Erick Thohir Suntik Rp500 Miliar ke ITDC untuk KEK Mandalika, Buat Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235745 erick-thohir-suntik-rp500-miliar-ke-itdc-untuk-kek-mandalika-buat-apa-R6i8u11s1N.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mendapatkan suntikan dana sebesar Rp500 Miliar dari Pemerintah. Suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) ini tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Covid-19.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, suntikan dana Rp500 miliar ini akan digunakan untuk penyelesaian proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dana tersebut nantinya akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang di KEK Mandalika.

 Baca juga: Pelaku Usaha di KEK Bisa Bebas Pajak dan atau Retribusi Daerah

Sebut saja seperti pembangunan drainase sebesar Rp7,1 miliar, kemudian untuk pekerjaan tanah dengan anggaran sebesar Rp28,7 miliar. Lalu PMN juga akan digunakan untuk Perkerasan non aspal dengan anggaran sebesar Rp45,8 miliar.

Selanjutnya ada pekerjaan perkerasan aspal yang menelan anggaran sebesar Rp314,21 miliar, sedangkan untuk struktur sebesar Rp99,5 miliar. Lalu yang terakhir adalah pengembalian kondisi dan pekerjaan minor sebesar Rp4,4 miliar.

 Baca juga: Presiden Jokowi Teken PP soal Fasilitas dan Kemudahan di KEK

"Nah di sini yang menjadi concern kami ada proyek yang masih on going di Mandalika," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6/2020).

Menurut Abdulbar, PMN ini sangat penting untuk melanjutkan proyek KEK Mandalika ini. Mengingat jika menggunakan dana dari kas perseroan, keuangan perusahaan plat merah ini bisa minus.

 Baca juga: Menko Airlangga: KEK Galang Batang Segera Olah Bauksit Jadi Alumina

Mengingat, perusahaan menjadi salah satu yang paling terdampak karena core bisnisnya yakni di sektor pariwisata. Karena 90% pendapatan perusahaan berasal dari pengelolaan kawasan wisata Nusa Dua Bali.

"Begitu cashflow kami mencapai titik yang tidak bisa di-sustain, kami khawatir sekali. Karena ini kan pendapatan 90% masih dari Nusa Dua. Jadi ini hal yang membuat kami harus melakukan permohonan untuk PMN tahun 2020 ini. Karena bisa dilihat bahwa di akhir 2020 kami menjadi minus," jelasnya.

Sementara itu, jika perseroan mendapatkan PMN, maka saldo akhir perseroan diproyeksikan sebesar Rp384 miliar. Sehingga pada tahun depan, saldo akhir Rp56 miliar dan masih bisa bertambah.

"Sedangkan jika kami diizinkan untuk mendapatkan PMN sebesar Rp500 miliar di tahun 2020, kami bisa menyelesaikan proyek dan juga tidak mengganggu cashflow kami. Karena cashflow kami masuk ke seluruh investasi di Mandalika," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini