Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham Perbankan AS Jadi Penopang Menguatnya Wall Street

Fadel Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 26 Juni 2020 |07:14 WIB
Saham Perbankan AS Jadi Penopang Menguatnya Wall Street
Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

NEW YORK  - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street mengakhiri sesi perdagangan Kamis dengan menguat. Saham perbankan melonjak menjelang hasil strest test tahunan dan membantu untuk mengimbangi kegelisahan investor atas peningkatan kasus baru virus corona.

Sub-indeks S&P 500 untuk sektor perbankan memimpin kenaikan setelah regulator perbankan AS melonggarkan aturan. Investor pun menunggu hasil stress test tahunan sektor tersebut, yang membantu menentukan kebijakan dividen.

Baca Juga: Wall Street Merosot Usai Jumlah Kasus Baru Covid-19 Meningkat

Kebijakan tersebut pun menjadi sentimen positif pada indeks bank, setelah jatuh 19% atau pada 5 Juni menyentub titik terendahnya. Saham perbankan ditutup naik 3,6% selama perdagangan. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (26/6/2020).

Dow Jones Industrial Average naik 299,66 poin atau 1,18% menjadi 25.745,6, S&P 500 naik 33,43 poin atau 1,10% menjadi 3.083,76.Nasdaq Composite menambahkan 107,84 poin atau 1,09% menjadi 10.017,00.

Baca Juga: Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Meroket

Sebenarnya pada pembukaan perdagangan, tiga indeks utama Wall Street membuka sesi lebih rendah setelah data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran turun dari yang diperkirakan minggu lalu. Kemungkinan karena kembali dibukanya bisnis, sebagian pekerja mulai kembali beraktivitas sehingga mengurangi gelombang PHK kedua.

Hanya saja sektor keuangan pada Indeks S&P naik 2,7% dan menjadi pendorong untuk Wall Street. Sebelumnya, regulator telah meluncurkan dua aturan pelonggaran pembatasan yang mencakup bank-bank besar dengan portofolio perdagangan dan investasi yang kompleks.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement