JAKARTA - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus terjadi meskipun kini aktivitas ekonomi sudah kembali dibuka pada tatanan baru atau era new normal. Menurut data pengusaha, sudah ada 6,4 juta karyawan yang di PHK dan 2,9 juta orang yang dirumahkan.
Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan, gelombang PHK yang terjadi karena kurangnya pemasukan yang didapat oleh pengusaha meskipun ekonomi sudah kembali dibuka. Hal ini disebabkan permintaan yang belum pulih akibat covid-19.
Baca juga: Pilot Kontrak Kena PHK, Bos Garuda: Gaji Tetap Dibayar
"Betul mereka terpaksa melakukan PHK karena permintaan belum pulih," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (27/6/2020).
Menurut Bhima, kondisi tatanan baru atau new normal ini ternyata belum mampu untuk menggerakkan konsumen untuk belanja. Hal tersebut terlihat dari mobilitas masyarakat yang masih rendah pada era tatanan baru ini atau new normal.