New Normal, Ini Trik Pelaku Bisnis Hadapi Perubahan Perilaku Konsumen

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 320 2237590 new-normal-ini-trik-pelaku-bisnis-hadapi-perubahan-perilaku-konsumen-a8sfT6a2Yv.jpg New Normal (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia sudah memasuki masa transisi jelang new normal. Berbagai usaha sudah mulai beroperasi kembali dengan menjalankan protokol kesehatan ditetapkan oleh pemerintah.

Bagi pemilik usaha, ini merupakan kesempatan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian yang sempat melambat dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020. Tapi di sisi lain, masih ada kekhawatiran bahwa geliat perekonomian belum bisa kembali secara cepat, ditambah kekhawatiran akan adanya gelombang kedua.

Baca Juga: Daftar Usaha yang Untung dan Buntung di Era New Normal 

VP Investment East Ventures Devina Halim menjelaskan, turunnya daya beli masyarakat merupakan salah satu ripple effects dari Covid-19, karena berkurangnya penghasilan yang disebabkan oleh pemotongan gaji atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Namun, ini saatnya bagi pemilik usaha untuk melakukan penataan ulang fungsi-fungsi perusahaan untuk mencapai efisiensi yang lebih baik. Dengan melakukan penataan ulang, pemilik usaha dapat mengatur ulang pos pembiayaan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran baru seperti pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan," katanya seperti dikutip keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Baca Juga: New Normal, Begini Cara Pengusaha Atasi Kepadatan di Dalam Mal 

New normal menjadi tantangan sendiri bagi pemilik usaha agar bisa bertahan di tengah perubahan perilaku masyarakat.

“Masyarakat menjadi lebih peduli pada keamanan dan kebersihan, sehingga penerapan standar kesehatan sesuai anjuran sangat penting untuk dijalankan oleh seluruh pemilik usaha. Selain itu, akan ada perubahan perilaku konsumen khususnya bagi bisnis di sektor ritel atau pariwisata, sehingga dibutuhkan penyesuaian bisnis untuk memenuhi kebutuhan baru masyarakat di masa new normal,” tambah Devina.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini