JAKARTA - PT PP (Persero) mengebut pembangunan proyek PLTMG Bangkanai Tahap 2 di Desa Karendan, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Proyek pembangkit yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) ini memiliki kapasitas sebesar 140 Megawatt (Mw).
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan, saat ini proses pengerjaan terus dilakukan. Sehingga, proyek pembangkit ini bisa rampung tepat waktu yakni pada September tahun ini.
"Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut pada bulan September tahun ini," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).
Baca Juga: Mengintip PLTS Likupang, Pembangkit Tenaga Matahari Terbesar di RI
Meskipun menurut Novel, dalam pengerjaan pembangkit ini tidaklah mudah. Mengingat, pengerjaan proyek ini dilakukan di salah satu desa yang cukup jauh dari keramaian kota.
Untuk menuju Karendan, harus menempuh waktu sekitar 10-12 jam dari Banjarmasin–Muara Teweh dan tiga-empat jam perjalanan dari Muara Teweh–Karendan. Sedangkan dalam melaksanakan proses pembangunan, material bangunan dan konstruksi juga harus didatangkan melalui perjalanan laut dari Jakarta, Surabaya, dan Palu kemudian menempuh perjalanan darat ke Desa Karendan.
"Dengan keberhasilan Perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek minyak dan gas, Perseroan optimis dapat menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang maksimal dan tepat waktu,” jelasnya.