Rasio Kredit Bermasalah Sektor Perdagangan Paling Tinggi

Senin 29 Juni 2020 20:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 320 2238443 rasio-kredit-bermasalah-sektor-perdagangan-paling-tinggi-vj9jlyw8ZB.jpg Rasio Kredit Bermasalah di Bank Meningkat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit bermasalah perbankan makin besar akibat perlambatan ekonomi pada masa pandemi virus corona. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bank umum per Mei 2020 berada pada 3,01%, naik dari posisi April 2020 yang sebesar 2,89%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan beberapa bank mulai mengalami kenaikan rasio kredit bermasalah sehingga melemahkan kualitas kredit secara industri.

“Dulu mungkin cuma prediksi, tetapi saat ini sudah terjadi. Ada beberapa bank yang pada Mei, NPL-nya mulai meningkat. Beberapa sektor mulai kena imbas dari pandemi virus corona,” kata dia, dikutip dari Solopos, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Perbankan Harus Waspadai Kenaikan Rasio Kredit Bermasalah, Ini Alasannya

Wimboh berharap pemerintah mulai dapat melonggarkan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Jika tidak terjadi pelonggaran, bank tidak dapat menyalurkan kredit sehingga justru semakin membahayakan kualitas kredit lebih lanjut.

“Ini hanya bisa dilakukan kalau ada kesempatan masyarakat untuk bisa memiliki keleluasaan kembali dalam melakukan aktivitas sosial dan traveling. Meskipun harus dalam protokol. Harapannya dapat men-generate pendapatan masyarakat yang menjadi debitur bank,” ujar dia.

Adapun, rasio kredit bermasalah tertinggi berada pada sektor perdagangan dengan nilai 4,32% pada Mei 2020. Selanjutnya, sektor konstruksi memiliki rasio NPL per Mei 2020 sebesar 3,91%. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan memiliki NPL per Mei 2020 sebesar 1,49%.

Baca Juga: Parah! Kredit Bermasalah Perbankan 'Bengkak' Dipicu Sektor Pertambangan

Sementara itu, industri perbankan didorong untuk menyalurkan kredit baru seiring dengan realisasi restrukturisasi kredit yang mulai melandai.

Realisasi restrukturisasi kredit hingga 22 Juni 2020 pada 100 bank mencapai 6,35 juta debitur dengan nilai outstanding Rp695,34 triliun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, realisasi restrukturisasi tersebut terdiri atas debitur UMKM sebanyak 5,19 juta dengan nilai Rp307,83 triliun. Selanjutnya, debitur non-UMKM sebanyak 1,16 juta dengan nilai Rp387,51 triliun.

Dari sisi potensi, ada sebanyak 102 bank yang berpotensi melakukan restrukturisasi dengan jumlah 15,12 juta debitur dan outstanding Rp1.373,67 triliun.

Perinciannya, terdiri atas debitur UMKM sebanyak 12,65 juta dengan nilai Rp555,17 triliun dan debitur non-UMKM 2,47 juta dengan nilai Rp818,5 triliun. Kredit restrukturisasi tumbuh tinggi di bank BUKU IV.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini