Sri Mulyani: Negara Nekat Buka Aktivitas Ekonomi, Kasus Covid-19 Akan Kembali Naik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 17:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 20 2238960 sri-mulyani-negara-nekat-buka-aktivitas-ekonomi-kasus-covid-19-akan-kembali-naik-ifBC56m4qp.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut penyebaran virus corona atau Covid-19 masih belum bisa diprediksi akan berakhir kapan. Pasalnya, hingga kini beberapa ahli pun belum ada yang mampu menemukan vaksin dari pandemic tersebut.

Ia mengatakan, bila ada ada suatu negara yang kembali menghidupkan perekonomian tanpa memperhatikan protokol kesehatan penyebaran corona, maka dapat dipastikan pertumbuhan kasus Covid-19 di sana akan kembali naik.

 Baca juga; Ekonomi RI Diprediksi Minus 3,8%, Lebih Baik Dibanding Singapura dan India

“Negara-negara yang nekat buka ekonomi secara cepat, akan naik lagi jumlah Covid-19. Covid-19 ini masih akan sangat mempengaruhi sangat dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat,” kata Sri dalam diskusi virtual, Selasa (30/6/2020).

Ia menyebut, bila masyarakat Indonesia ingin geliat perekonomian kembali normal, maka diharapkan bisa mematuhi segala protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga, Indonesia pun bisa menyatakan bahwa telah menang dari pandemic tersebut.

 Baca juga: Jokowi: Gas dan Remnya Tolong Diatur, Mungkin Ekonomi Bagus tapi Covid-19 Naik Lagi

“Kalau rakyat Indonesia ingin tetap produktif, dan itu bagus untuk kesehatan maupun ekonomi tetap ikuti protokol kesehatan InsyaAllah bsia melakukan bersama-sama memulihkan ekonomi dan kesehatan bersama,” ujarnya.

Bendahara Negara itu menjelaskan, kini pemerintah memberikan beberapa penyegaran terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan dunia usaha. Rinciannya alokasi stimulus untuk UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan koperasi Rp53,57 dan insentif usaha sebesar Rp120,61 triliun.

"Dengan menjaga daya beli masyarakat serta berbagai stimulus untuk membantu dunia usaha maka ekonomi tidak terkontraksi semakin dalam pada tahun ini," kata dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini