Investor Tak Perlu Beli Lahan di Kawasan Industri Batang

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 320 2239024 investor-tak-perlu-beli-lahan-di-kawasan-industri-batang-dTx2QvjKNZ.jpg Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Industri Batang. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah siapkan 4.000 hektar (Ha) lahan untuk dikembangkan menjadi Kawasan Industri Terpadu (KIT), Jawa Tengah. Investor yang akan menanamkan modal usahanya di KIT pun tak perlu membeli tanah.

Khusus untuk menarik investor lebih banyak, KIT Batang akan menerapkan konsep baru. Para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.

Baca Juga: 7 Perusahaan Relokasi Pabrik ke RI Serap 30 Ribu Tenaga Kerja

"Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BKPM. Melalui PTPN III, kami yang akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN dan akan memudahkan serta meyakinkan kerjasama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," jelas Menteri BUMN Erick Thohir, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Dari 4.000 ha, fase pertama akan dikembangkan 450 hektare untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Baca Juga: Perusahaan Korsel Siap Bangun Pabrik Baterai Rp139 Triliun di Indonesia

Selain itu, dengan keberadaan kawasan industri Batang diharapkan Jawa Tengah akan mampu memperbesar Upah Minimum Regional (UMR) yang masih tergolong rendah dan meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia. Dalam tahap pertama pengembangan KIT Batang di lahan seluas 450 hektare diperkirakan akan menampung 30 ribu tenaga kerja lokal.

Dukungan infrastruktur untuk kawasan tersebut juga sudah komplit karena terletak di sisi utara Tol Trans Jawa sudah disiapkan Jasa Marga dilalui jalur kereta api dan akan disiapkan oleh PT KAI untuk menjadi dry port, sedangkan PLN menyiapkan jaringan liatrik, saat ini PLTU Batang memiliki kapasitas 2x1.000 MW dan PLTS 50 MW.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini