7 Perusahaan Relokasi Pabrik ke RI Serap 30 Ribu Tenaga Kerja

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 17:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 320 2238989 7-perusahaan-relokasi-pabrik-ke-ri-serap-30-ribu-tenaga-kerja-Pb0n78E19F.jpg Relokasi Pabrik Asing ke Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia memanfaatkan momentum atas hengkangnya perusahaan asing dari China dan negara lainnya dengan memfasilitasi relokasi investasi mereka ke Indonesia. Ada 7 perusahaan asing yang memastikan akan merelokasi industrinya ke Indonesia.

Tujuh perusahaan yang merelokasi investasi di antaranya, Alpan Lighting, Sagami Electric, Denso, Panasonic, Meiloon, Kenda Tire dan LG Electronics.

Baca Juga: Perusahaan Korsel Siap Bangun Pabrik Baterai Rp139 Triliun di Indonesia

Presiden Joko Widodo mengatakan, total keseluruhan nilai investasi dari 7 perusahaan tersebut mencapai USD850 juta atau setara Rp11,9 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang. Perusahaan-perusahaan ini memindahkan pabriknya dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan.

“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja cepat yang kita lakukan. Karena sekarang ini, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat,” ujar Jokowi, dikutip dari keterangan BKPM, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Daftar 7 Perusahaan Asal AS hingga Jepang yang Pindahkan Pabrik ke Indonesia

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, proses menarik investasi dari 7 perusahaan ini dilakukan secara intensif. Secara khusus, Kepala BKPM membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi. Tim tersebut kemudian mengawal perizinan perusahan mulai dari kementerian/lembaga terkait hingga pemerintah daerah.

“Prosesnya sangat intensif. Kami langsung ‘ketuk pintu’ perusahaan satu per satu, untuk meyakinkan bahwa Indonesia adalah lokasi yang tepat bagi pabriknya. Luar biasa tantangannya. Tapi justru disitulah BKPM harus bekerja kreatif dan responsif. Kita lakukan pendekatan yang tidak biasa. Dan alhamdulillah sudah ada hasilnya di tahap awal ini,” jelas Bahlil.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini