Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Detik-Detik Bos Inalum Diusir dari Rapat DPR

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 01 Juli 2020 |09:03 WIB
Detik-Detik Bos Inalum Diusir dari Rapat DPR
Ilustrasi Tambang (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Orias pun kembali menjelaskan jika pinjaman yang dilakukan adalah lewat proses obligasi yang tidak ada jaminan. Perusahaan yang memberikan pinjaman tersebut melihat jika potensi dan kemampuan perseroan sangat mampu untuk membayar utang.

"Ini dari pasar modal pak. Itu memang selalu saya kerjakan pak kita pinjam enggak pakai jaminan pak. Jadi ini penerbitan biasa di pasar modal dan itu terjadi di Jakarta juga. Karena mereka melihat kemampuan kita ke depan. Mereka tidak ragu," jawab Orias.

Kemudian Nasir pun kembali bertanya bagaimana kemampuan perseroan untuk membayar utang. Apalagi jika nantinya produksi yang dilakukan perseroan ini tidak memenuhi ekspektasi dari target yang sudah ditetapkan perseroan.

"Kalau sumber dananya tidak memenuhi gimana cara bayarnya? Kalau tahun depan enggak bisa bayar gimana? Utang lagi pak?

Orias pun menegaskan perseroan optimistis dapat membayar utang tersebut. Hal itu juga ditegaskan dengan peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional terhadap perseroan dan surat utang itu.

Orias juga menegaskan bahwa perseroan masih memiliki posisi kas yang cukup kuat yakni Rp42 triliun. Apalagi jika melihat produktivitas ke depan yang didapat dari perseroan dan anak usahanya, dirasa tdiak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan terkait penerbitan utang ini.

"Ini makanya kita lakukan excersice tahun sebab kalau enggak melakukan apa-apa untuk membayar, maka tekanan USD1 miliar itu tahun depan menjadi terlalu besar. Makanya kita lakukan pembayarannya setengahnya dan jatuh temponya digeser 10 tahun dari sekarang," jelasnya.

Kemudian Nasir pun bertanya kembali, bagaimana jika akhirnya perseroan tidak mampu membayar utang obligasi. Apakah perseroan akan kembali menerbitkan utang untuk menutupinya.

"Saya sekarang bukan bagaimana selesaikan dengan cara utang? bukan tambah buat masalah. Bapak kalau cuma ambil keuntungan dari 3 perusahaan ini, bangkrut ini. Digadaikan itu," tanya Nasir.

Orias pun kembali menegaskan jika penerbitan utang atau obligasi ini sama sekali tidak menjaminkan aset holding BUMN tambang. Dirinya juga membantah jika PTFI kembali digadaikan untuk mendapatkan utang baru.

"Kalau posisi hari ini, bahwa memang posisi hari, kita akan bisa lewati kewajiban itu dan kita, kita sudah lakukan hasil stress test, kita bs bayar. Dan orang lain pun bisa. Freeport itu buka digadaikan pak," kata Orias.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement