Detik-Detik Bos Inalum Diusir dari Rapat DPR

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 320 2239262 detik-detik-bos-inalum-diusir-dari-rapat-dpr-Es6UZiewwn.jpeg Ilustrasi Tambang (Foto: Shutterstock)

Lantas benarkah penjelasan dari Bos Inalum tak jelas dan tak lengkap? Sikap marah-marah Nasir di atas merupakan yang kedua kalinya dalam rapat hari ini.

Sebelumnya pada awal rapat dibuka, Nasir mengajak debat Orias karena mempertanyakan kejelasan utang Inalum.

Dalam sesi awal rapat, sebenarnya Orias hendak menjelaskan materi paparan sesuai dengan agenda yang ditulis dalam undangan Komisi VII DPR yaitu kinerja BUMN tambang dan kontribusinya selama masa pandemi. Lalu, proyeksi pendapatan pemerintah sebelum dan sesudah akuisisi 51% saham Freeport.

Orias menjelaskan mengenai aktivitas perusahaan ketika membeli saham mayoritas dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Demi mengambil alih saham mayoritas PTFI, Perseroan menerbitkan utang.

Baca Juga: Hari Ini, Inalum Resmi Kuasai 51% Saham Freeport 

Untuk menutupi utang tersebut, perseroan menerbitkan utang baru senilai USD2,5 miliar untuk refinancing sejumlah utang yang akan jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di level induk atau Inalum. Selain itu, dana tersebut digunakan untuk akuisisi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk.

Menurut Orias, langkah tersebut karena dalam dua tahun setelah ambil alih saham freeport ini karena memang tidak ada penerimaan negara yang didapat. Sebab, penerimaan negara baru akan didapat oleh holding BUMN tambang dari ambil saham PTFI pada 2021 mendatang.

"Jadi waktu kami beli memang 2 tahun akan kosong penerimaan. Jadi akan balik di 2021. Level produksi di 2021 akan sama ekspektasinnya seperti 2018, jadi harganya tembagannya di 2018, kami ekspektasi dapat dividen 2021 itu USD350 juta dan akan meningkat bertahapa dan ekspektasi akan menerima minimal USD 1 miliar di 2021 dan seterusnya," jelasnya.

Baca Juga: Puncak Debat soal Utang, Anggota Komisi VII Usir Bos Inalum dari Rapat

Nasir pun kemudian menanyakan kembali alasan mengapai harus berhutang. Sebab dirinya menilai jika pengelolaan saham PTFI tidak benar karena membeli dengan utang dan membayarnya dengan utang

"Coba jelasin ini apa manfaatnya? Kok kita jadinya pusing. Jadi ini kalau terjadi perang, ini covid sama saja dengan perang, masa kita suruh bayar lagi? Apa apaan. Jadi yang logikalah, jangan kita gadaikan semua ini," tanya Nasir.

Lalu, Orias pun menjelaskan jika refinnancing yang dilakukan Mind Id bukannlah untuk membayar kembali kepada PTFI. Sebab, refinancing yang dilakukan perseroan adalah untuk membayar utang yang akan jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini