Ekonomi Melemah, Bagaimana Cara Tarik Investor ke RI?

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 10:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 320 2239314 ekonomi-melemah-bagaimana-cara-tarik-investor-ke-ri-N0wIM9qbAA.jpg Investasi (Ilustrasi: Okezone)

SOLO - Kondisi perekonomian di tengah pandemi covid-19 terus melemah. Hampir semua sektor terkena imbasnya, dan perlu upaya nyata untuk kembali meningkatkan gairah perekonomian agar bangkit kembali.

Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim dalam diskusi virtual yang diselenggarakan PWI Surakarta, menyebut salah satu hal yang perlu dilakukan pemerintah agar perekonomian segera pulih kembali adalah menarik kembali investor agar mau menamankan investasinya ke tanah air.

"Namun untuk mendukung upaya tersebut perlu penyederhanaan regulasi dan perizinan berusaha dalam rangka peningkatan ekosistem investasi," papar Lukman Hakim, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Mendag Beberkan Cara Agar Perdagangan Bisa Berjalan Baik

Lukman menyebut dari masa reformasi, harus diakui bahwa peraturan perundang-undangan Indonesia ini cukup carut marut. Banyak permasalahan kebijakan yang tumpang tindih dan hal tersebut harus bisa terselesaikan dengan baik.

Omnibus Law seperti dalam RUU Cipta Kerja ini, ungkapnya sangat diperlukan untuk menarik kembali investor baik dalam dan luar negeri. "Dalam kondisi saat ini, siapa pun rezimnya atau pemimpinnya pasti harus dan memerlukan penyederhanaan Undang-Undang serta aturan yang ada," imbuhnya.

Disebutkan juga oleh Lukman Hakim, Omnibus Law ini bisa disebut cara yang "big bang" atau mengubah secara besar-besaran. Memangkas ketentuan yang tidak pro pasar secara besar-besaran.

Baca juga: Jokowi: Gas dan Remnya Tolong Diatur, Mungkin Ekonomi Bagus tapi Covid-19 Naik Lagi

"Fokusnya tentu memberikan jaminan kemudahan kepada investor baik dalam dan luar negeri," imbuh Lukman. Selama ini pemerintahan Joko Widodo sering menyelesaikan isu-isu yang selama ini tidak pernah disentuh dan diselesaikan.

Saat periode pertama permasalahan infrastruktur mulai diselesaikan. Sedangkan dalam periode kedua ini, masalah regulasi yang berbelit-belit juga coba diselesaikan melalui RUU Cipta Kerja. RUU Cipta Kerja ini juga berpeluang menjadi payung hukum untuk memberikan insentif bagi para pengusaha dan pelaku UMKM.

Seperti kemudahan perizinan, pengurangan pajak, dan insentif yang lain bisa berkembang di masa setelah pandemi ini. "Sounding adanya RUU Cipta Kerja ini bisa meningkatkan gairah pembenahan regulasi di Indonesia. Pastinya ini jadi daya tarik bagi para investor," tutupnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini