139 Industri Dapat Harga Gas Murah USD6/MMBTU

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2239990 139-industri-dapat-harga-gas-murah-usd6-mmbtu-Weg68keLCp.jpg PGN Gas Bumi untuk Industri. (Foto: Okezone.com/PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menjual gas bumi untuk industry sektor tertentu dengan harga USD 6 per MMBTU untuk tagihan pemakaian Juni 2020. Hal ini sebagai implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 terkait penyediaan kebutuhan gas bumi untuk industri.

PGN telah efektif memberlakukan kebijakan harga gas USD 6/MMBTU ke 130 pelanggan dengan volume sebesar 191,78 BBTUD, dari keseluruhan jumlah pelanggan industri PGN Grup yang mendapatkan manfaat dari Kepmen ESDM 89K/2020 sebanyak 188 pelanggan.

Baca Juga: Teken 20 Perjanjian Kontrak, Industri Dapat Kepastian Pasokan Gas

Volume proporsional yang disalurkan meliputi industri baja sebanyak 18,03 BBTUD, kaca glassware sebanyak 4,38 BBTUD, kaca lembaran sebanyak 12,48 BBTUD, keramik sebanyak 27,75 BBTUD, oleokimia sebanyak 8,03 BBTUD, petrokimia sebanyak 82,61 BBTUD, dan sarung tangan karet sebanyak 0,56 BBTUD.

Menyusul kemudian, kepada pelanggan yang belum mendapatkan manfaat Kepmen tersebut, seiring dengan penyelesaian LOA dengan produsen hulu/KKKS, untuk seluruh pelanggan sektor industri tertentu.

Baca Juga: Penurunan Harga Gas Industri Diminta Segera Diimplementasikan di Dunia Usaha

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan, pelaksanaan implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 secara proposional akan dilaksanakan oleh PGN untuk pelanggan sektor industri tertentu dengan alokasi gas sebanyak 191,78 BBTUD dan untuk waktu yang diberlakukan sejak 13 April 2020. Sampai saat ini, PGN dan mitra produsen hulu/KKKS telah menyelesaikan 7 LOA dari total 14 dokumen LOA.

“Kami bersama stakeholder terkait, baik regulator dan produsen hulu atau KKKS berkomitmen penuh terhadap kebijakan penetapan harga gas industri tertentu sebesar USD6 per MMBTU untuk memberikan stimulus bagi peningkatan produktivitas dan daya saing industri yang tentunya sangat dibutuhkan sektor industri tersebut untuk bangkit dan menggeliat dimasa pandemic Covid-19 saat ini,” ungkap Suko, dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Sehubungan dengan penyelesaian LOA dengan produsen hulu/KKKS, Suko menjelaskan bahwa dokumen LOA diperlukan sebagai dasar amandemen atas ketentuan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan atau Side Letter dengan pelanggan industri tertentu di hilir.

“Kami berharap proses pembahasan dan kesepakatan LOA yang masih dalam progress untuk volume pasokan gas yang sudah tertera di Kepmen ESDM 89.K/2020 dapat segera diselesaikan, agar penerapan Kepmen ESDM 89K/2020 kepada Pelanggan dapat berjalan penuh,” ujar Suko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini