Sekelas Warren Buffett Dinilai Salah Pilih Saham di Tengah Covid-19

Natasha Oktalia, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2240044 sekelas-warren-buffett-dinilai-salah-pilih-saham-di-tengah-covid-19-ySyhLHKeZq.png Warren Buffett (Foto: Okezone/Business Insider)

JAKARTA - Warren Buffett dinilai salah memilih saham di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Hal ini dikatakan oleh pembawa acara Mad Money Jim Cramer.

Sebab, harga saham perusahaan investasi yang dipimpin Warren Buffett, Berksire Hathaway bergerak datar pada kuartal II. Padahal, indeks S&P 500 melonjak sekitar 20%, persentase kenaikan terbesar sejak 1998.

"Saya merasa sedih bahwa perusahaan investasi terbaik di Amerika telah terpeleset," kata Cramer saat menjawab pertanyaan soal siapa investor terkenal yang berkinerja buruk di pasar tahun ini seperti dilansir Business Insider, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Kamu Harus Tahu, Siapapun Beli Produk Digital Kena Pajak 10% 

Beberapa kepemilikan saham terbesar Berkshire telah gagal di tengah corona kata Cramer. Coca-Cola mungkin baik-baik saja dan tapi Wells Fargo mengecewakan.

"Ini bukan pengaturan sebagai waktu yang tepat untuk Berkshire," kata mantan manajer dana lindung nilai.

"Aku tidak ingin bertaruh melawan yang hebat. Tapi portofolio itu bukan portofolio yang hebat."

Cramer menyoroti beberapa penguatan saham di tengah corona, termasuk Zoom, PayPal, Netflix, Shopify, dan Etsy.

Namun, portofolio Berkshire lebih mengarah pada layanan keuangan daripada teknologi. Kepemilikan saham seperti Bank of America, American Express, dan JPMorgan Chase telah tertinggal pasar tahun ini.

Baca Juga: Lakukan 8 Validasi Ide Startup Kamu Sebelum Diluncurkan 

Buffett tidak mungkin mengguncang segalanya meskipun fakta itu, kata Cramer.

"Dia sangat peduli tentang pajak dan karena itu dia tidak akan melakukan perubahan," katanya mengacu pada keengganan Buffett untuk membeli dan menjual saham.

Namun, Cramer memberikan penilaian terhadap Buffett soal investasi di saham Apple, saham teknologi yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di bulan Juni.

"Dia memang membeli saham Apple, benar," katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini