Meskipun begitu lanjut Febrio, sekali lagi dirinya menegaskan bahwa kondisi KS negara masih sangat cukup. Hal tersebut terlihat dari adanya keinginan pemerintah dan Bank Indonesia untuk berbagi beban biaya bunga utang untuk tangani Covid-19, yang menurutnya akan mengurangi tekanan bebang APBN.
"Dalam konteks burden sharing dengan BI akan mengurangi pressure bagi pemerintah. Tapi memang Kementerian Keuangan tidak serta merta akan menambah utang valas, semua itu dipertimbangkan dalam konteks risk mangement dan opportunity yang ada," jelasnya.
(Feby Novalius)