Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan diperlukan pekerja dengan keahlian yang cukup untuk bisa menggarap lumbung pangan ini. Pasalnya, lumbung pangan ini akan dibangun di jenis tanah yang berbeda dengan sawah lainnya. Apalagi lahan yang ada di sana berbeda dengan tanah yang ada di Pulau Jawa. Nah, di situlah Prabowo berperan menyediakan pekerja dengan keahlian itu.
“Kita jangan berpikir lahan aluvial di sana itu sama dengan lahan yang ada di Jawa. Ini membutuhkan keterampilan khusus, oleh karena itu di situlah keterlibatan Menhan untuk menyiapkan itu,” kata Syahrul.
Kemudian, Syahrul mengatakan, ketika lumbung pangan sudah mulai produksi, pemerintah berencana membangun pasar rakyat. Rencananya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto juga akan dilibatkan untuk wacana tersebut.
“Ya kita akan ke arah ke sana. Tentunya Kementerian Perdagangan akan ikut bergabung setelah kita proses sampai dengan RMU (rice milling unit). Jadi kita berpikir ini sampai dengan beras. Nanti setelah itu kita pikirkan. Karena pasarnya tak hanya Kalteng, bahkan mungkin ke Kalsel yang lebih dekat,” kata Syahrul.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.