Tarik Turis Asing di New Normal, Kampung Ulos Akan 'Ditenun'

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 320 2241973 tarik-turis-asing-di-new-normal-kampung-ulos-akan-ditenun-buFEBGUgQb.jpg Penataan Kampung Ulos di Medan. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai proses lelang pekerajaan penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallagan di Kabupaten Samosir. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp57,9 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Pulau Samosir, Sumatera Utara merupakan salah satu destinasi dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Terkenal dengan keindahan alam dan keunikan budaya, termasuk pembuatan kain tenun Ulos khas Sumatera Utara yang dibuat secara tradisional.

Baca Juga: Industri Wisata Gunung Bromo Biasa Untung Rp596 Miliar, Kini Tiarap karena Covid-19

Kegiatan produksi tenun ulos yang menampilkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan mancanegara. Sebagai upaya mempertahankan seni dan budaya lokal dalam produksi tenun ulos, Kementerian PUPR akan memulai proses lelang pekerjaan penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallagan di Kabupaten Samosir.

Kedua desa tersebut selama ini dikenal sebagai desa wisata yang kerap disambangi wisatawan. Selain sebagai pusat tenun, di kawasan Huta Raja juga masih terdapat Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga.

"Selain sebagai pusat tenun, dengan adanya beberapa Rumah Gorga yang sudah cukup tua menjadikannya sebagai kawasan pusaka. Ada sekitar 40 unit rumah yang akan kita coba rehabilitasi, supaya pelatihan tenun dan keahliannya terus berlanjut," kata Basuki, dalam keterangannya, Senin (7/6/2020).

Dikatakan Menteri Basuki, ruang lingkup penataan adalah perbaikan kondisi rumah gorga dan lingkungannya. Selain kondisi beberapa rumah yang sudah terdegradasi, sebagian rumah lainnya telah beralih wujud menjadi rumah modern.

Baca Juga: New Normal di Destinasi Wisata Indonesia, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan hingga Keamanan

Menurut Menteri Basuki, bila Kampung Tenun Ulos Huta Raja dapat ditata dengan lebih baik serta dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dasar, seperti air bersih sanitasi, dan lansekap yang menarik, maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.

"Selain sebagai pusat tenun, dengan adanya beberapa Rumah Gorga yang sudah cukup tua menjadikannya sebagai kawasan pusaka. Ada sekitar 40 unit rumah yang akan kita coba rehabilitasi, supaya pelatihan tenun dan keahliannya terus berlanjut," katanya.

Sementara itu, Kementerian PUPR mencatat progres konstruksi fisik pada pembangunan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas, telah mencapai 33%. Adapun 5 kawasan tersebut, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado – Likupang.

Mengutip data Kementerian PUPR, untuk 2020 anggaran yang dialokasikan untuk 5 KSPN sebesar Rp4,19 triliun. Dana tersebut diperuntukan untuk untuk 190 kegiatan, yaitu Danau Toba 70 kegiatan senilai Rp1,38 triliun, Borobudur 32 kegiatan senilai Rp1 triliun, Mandalika 21 kegiatan senilai Rp 600 miliar, Labuan Bajo 42 kegiatan senilai Rp870 miliar dan Manado - Likupang 25 kegiatan senilai Rp320 miliar.

33% dari 190 kegiatan sudah dimulai konstruksi fisiknya setara dengan Rp1,47 triliun.

Sementara kegiatan swakelola berjalan mencapai 19% senilai Rp1,32 triliun untuk pembebasan lahan dan rumah swadaya. Sedangkan proses lelang berjalan mencapai 48% senilai Rp1,39 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini