600 Industri Kecil Dihantam Badai Covid-19

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 320 2242083 600-industri-kecil-dihantam-badai-covid-19-nmCgGAaw2H.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

BLORA – Sektor ekonomi menjadi bagian yang terkena dampak serius akibat pandemi Covid-19 di Blora Jawa Tengah. Ratusan industri kecil dan menengah (IKM) tak lagi berproduksi secara normal dan mengambil kebijakan merumahkan sebagian karyawannya.

“Pandemi Covid-19 kita rasakan sangat berat sekali akibat dari Covid-19 ini. Beberapa IKM yang ada di Kabupaten Blora yang jumlahnya sekira 11.984 ini terdampak pandemi Covid-19, sebanyak 54%,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Blora, Achmad Nurhidayat, Senin (6/7/2020).

Baca Juga: Sederet Masalah yang Dihadapi UMKM Akibat Corona

Menurutnya, perlu dukungan semua lapisan masyarakat untuk memulihkan perputaran roda ekonomi. Gerakan berbelanja di tetangga serta membeli produk-produk IKM bakal menjadi tambahan energi bagi pelaku usaha kecil.

“Oleh sebab itu para pelaku industri mengharapkan bantuan kesediaan dari pemerintah untuk bisa membangkitkan (ekonomi), minimal bisa menggerakkan pada masyarakat untuk berbelanja, membeli produk-produk yang sudah dikerjakan atau telah dibuat (IKM),” tambahnya.

Dia mengatakan, bisnis perhotelan tak kalah lesu. Banyak yang memilih untuk tutup dan sementara tak menerima tamu. Sebab, beroperasi pada masa pandemi selain berbahaya bagi kesehatan juga biaya operasional tak sebanding dengan pemasukan.

Baca Juga: Sri Mulyani Curhat, Berharap Stimulus Bisa Bangkitkan UMKM 

“Memang di beberapa sektor terdampak, utamanya teman-teman kita yang berada di beberapa hotel. Dan bulan kemarin kami memberitahukan bahwasanya ada 6 hotel yang terdampak dan merumahkan sebagian pekerjanya,” terang dia.

“Tapi Alhamdulillah lambat-laun dengan new normal ini kondisi yang ada di Kabupaten Blora sedikit demi sedikit berangsur baik dan Alhamdulillah dari 6 hotel ini sudah beroperasi 5, yang satu belum beroperasi,” pungkas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini