“Selain itu, model bisnis marketplace tidak menolong petani untuk memperbaiki kualitas dan spesifikasi produk sesuai yang dibutuhkan pasar, karena petani lokal telah terbiasa dengan cara bertani secara tradisional dan konvensional,” ujarnya.
Baca Juga: Butuh Modal Bangun Startup? Ini 6 Sumber Pendanaannya
Meski begitu, dia tetap meyakini bahwa bisnis jual beli hasil pertanian melalui daring mempunyai prospek yang positif. Akhirnya, pada 2016, diputuskan untuk pindah ke model bisnis e-commerce.
“Di mana kami sendiri yang mengelola supply chain dari hulu ke hilir, termasuk mencari pasokan komoditas dari petani dan mendistribusikannya kepada konsumen. Lalu, pada November 2016, TaniHub akhirnya melakukan transaksi produk pertama kalinya dengan nilai Rp156.000 melalui aplikasi,” kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.