Lockdown Dicabut, Kekayaan Bos Uniqlo Bertambah Rp128 Triliun

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 320 2242659 lockdown-dicabut-kekayaan-bos-uniqlo-bertambah-rp128-triliun-lpShkertDG.jpg Tadashi Yanai (Foto: Bloomberg)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang membuat lumpuh sejumlah sektor usaha hingga penutupan toko-toko ritel besar nampaknya tidak terlalu berpengaruh miliarder asal Jepang, Tadashi Yanai. Pendapatan bos Uniqlo ini justru meroket ketika pelonggaran lockdown akibat pandemi virus corona.

Orang terkaya di Jepang yang juga merupakan CEO Fast Retailing Co, perusahaan yang menjadi pemilik merek pakaian Uniqlo ini kekayaannya bertambah USD9,2 miliar atau Rp128 triliun sejak daftar Forbes’ World’s Billionaires diterbitkan pada bulan Maret dan sekarang kekayaan Tadashi Yanai mencapai USD28,9 miliar atau sebesar Rp404,6 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Kekayaan Tadashi Yanai naik karena jumlah pembeli berbondong-bondong mengunjungi sejumlah toko gerai fisik milik Uniqlo di Jepang dan China ketika kebijakan lockdown dilonggarkan. Saham perusahaannya pun naik 53% sejak 19 Maret lalu.

Baca juga: Jual Mainan, Milenial 33 Tahun Jadi Miliarder Baru di China

Diakui, Uniqlo di kedua negara ini menyumbang pendapatan sebesar 75% pendapatan dari 2.200 toko Uniqlo di seluruh dunia. edua negara ini menyumbang 75% dari jaringan 2.200 toko di seluruh dunia Uniqlo. Sementara Fast Retailing memiliki merek lain seperti Theory, Helmut Lang, J Brand dan GU, mesin uang terbesar adalah Uniqlo, menyumbang 80% dari pendapatan tahunan perusahaan sebesar USD21,3 miliar.

"Pengecer ritel bekerja lebih baik di Asia," Direktur Penelitian di GlobalData kata Maureen Hinton.

"Di pasar seperti China, di mana kebijakan lockdown telah dihapus dan di mana ada basis populasi yang besar, ada permintaan yang meningkat," katanya.

Tapi, efek dari pandemi Covid-19 memaksa Uniqlo menutup 748 gerai fisiknya yang berada di China pada Januari, dan secara bertahap semua gerai kembali dibuka pada perdagangan di bulan April.

Baca juga; Masa Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif

Berbeda dengan perdagangan di Jepang, 40% toko Uniqlo yang ditutup akan mulai beroperasional kembali pada bulan Mei. Sebelumnya, Uniqlo berhasil membuka dua gerai fisik baru di Ginza (Tokyo) dan di pusat perbelanjaan Harajuku.

Tetapi perusahaan tersebut masih ketinggalan dari Inditex Spanyol, yang terkenal dengan merek Zaranya, yang merupakan nomor satu saat ini, dengan penjualan tahunan sebesar USD31,6 miliar serta H&M Swedia dengan penjualan USD24,8 miliar.

Pendiri Inditex Amnacio Ortega adalah miliarder pakaian terkaya di dunia dengan kekayaan bersih USD64,6 miliar, sementara pemilik H&M's Stefan Persson dengan kekayaan USD16,4 miliar, kekayaan berada di tempat ketiga setelah Yanai.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini