Jual Mainan, Milenial 33 Tahun Jadi Miliarder Baru di China

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 320 2241759 jual-mainan-milenial-33-tahun-jadi-miliarder-baru-di-china-f9J01KgaUN.jpg Pop Mart (Foto: Pop Mart)

JAKARTA - Siapa sangka, bisnis mainan akan membuat pria asal China Wang Ning menjadi miliarder baru. Kini Wang Ning mempunyai kekayaan dari Pop Mart senilai USD1,2 milliar setara dengan Rp16,8 trilliun (dengan kurs Rp14,000).

Perusahaan Pop Mart yang berbasis di Beijing ini menghasilkan produk berupa mainan anak-anak seperti Labubus (mahluk kelinci dengan bulu berwarna pastel dan satu set gigi monster), Dimoos (alien dengan kepulan rambut berbentuk kapas) dan beragam mainan lain yang dapat menghasilkan keuntungan sekitar USD240 juta pada tahun lalu atau Rp3,360 triliun (kurs Rp14,000) dua kali lipat dari 2018.

Baca Juga: Masa Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif 

Pop Mart yang berusia 10 tahun mencatakan laba bersih USD63 juta sekarang sedang mempertimbangkan untuk go public (IPO) dengan listing Bursa Efek Hong Kong setelah putaran pendanaan USD100 juta pada bulan April membuat valuasi perusahaan mencapai USD2,5 miliar. Saat ini Wang Ning sedang mempersiapkan Pop Mart ekspansi ke luar China.

"Visi perusahaan adalah (menjadi) pemimpin global dalam dunia hiburan dan budaya pop," kata Lisa Yuan, seorang investor di bank investasi Beijing, China Renaissance,

Kemungkinan itu, katanya, termasuk mengadaptasi properti intelektual ke dalam film dan format cerita lainnya, bagian umum dari siklus hidup industri mainan.

Menjadi perusahaan mainan raksasa tentunya Pop Mart mempunyai visi sebagai pemimpin global dalam hiburan budaya pop. Menurut Wang Ning, saat ini generasi muda tertarik dengan produk mainan yang dia buat, dengan permodelan patung-patung kecil yang dimasukan dalam "kotak buta" sehingga membuat konsumen penasaran.

"Tidak ada yang yakin dan itulah misteri, kesenangan dan janji komersial yang luar biasa dari Pop Mart. Biasanya boneka-boneka kecil dijual USD8 dalam apa yang disebut kotak buta yang tidak mengungkapkan mainan yang sebenarnya di dalam. Ini tren geneasi muda," kata Wang Ning yang berusia 33 tahun.

Baca Juga: Jeff Bezos Makin Tajir saat Covid-19, Kekayaannya Hampir Sentuh Rp2.500 Triliun 

Melansir Forbes, Jakarta, Senin (6/7/2020), ide usaha ini muncul sejak 2009 lalu, Wang yang merupakan lulusan dari Universitas Zhengzhou berlatar belakang Iklan dan melanjutkan untuk bekerja di Sina Corp., perusahaan media digital yang bergerak dalam beberapa platform digital di negara itu.

Dalam perjalanan ke Hongkong, Wang menemukan rantai ritel atau LOG-ON, menjual sejumlah kosmetik, mainan dan alat tulis.

Berdasarkan apa yang dia lihat, akhirnya Wang memutuskan pada 2010 untuk mengumpulkan beberapa teman kuliahnya untuk membangun toko Popmart pertama di pusat perbelanjaan.

Dengan modal utama mengumpulkan uang tabungan mereka. Awal mula perjalanan toko Popmart tersebut, Wang menjual beberapa produk seperti yang dihasilkan oleh LOG-ON, menjadi kategori terlaris yang dihasilkan, akhirnya Wang memutuskan untuk berfokus pada kategori mainan sejak 2014 silam.

Inspirasi yang didapatkan Wang berasal dari Gashapon yang merupakan perusahaan mainan yang mengeluarkan produk berupa mainan secara acak di dalamnnya. Ketertarikan Wang dengan unsur "kejutan" membuat Wang akhirnya menggandeng Kenny Wong untuk mengembangkan usahanya tersebut.

Hal tersebut akhirnya terealisasi secara cepat, dimulai dari tahun 2016, Penjualan Popmart meningkat mencapai USD22 juta atau Rp308 milliar dan kenaikan sebesar USD73juta di tahun berikutnya.

Diakui Wang, pendapatan kembali meledak pada tahun 2017, kurang dari 10% pendapatannya berasal dari penjualan berbasis internet dijual melalui platform online seperti Alibaba dan E-Commerce lainnya. Saat ini Pop Mart mempunyai toko fisik sejumlah 114, namun sayangnya dampak Pandemi Covid-19 memaksa menutup sejumlah toko mainan tersebut.

Tentunya, Popmart bukan menjadi perusahaan "kotak buta" mainan satu-satunya, pasar penjualan Pop Mart saat ini mencapai 8,5% dan saingan terdekat diketahui berada di level 7,7%.

Untuk saat ini, Pop Mart tidak secara resmi dijual di luar daratan China, tetapi produk-produknya dapat dibeli melalui platform E-Commerce global Alibaba, Aliexpress, dan beberapa item muncul di Amazon dan eBay.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini