Moody's: Jutaan Fresh Graduate dan Korban PHK Terancam Sulit Cari Kerja

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 320 2243120 moodys-jutaan-fresh-graduate-dan-korban-phk-terancam-sulit-cari-kerja-2sVvvtiwNI.jpg Lowongan Kerja (Patch)

JAKARTA - Lonjakan pengangguran di Amerika Serikat (AS) terus terjadi seiring wabah virus Corona tak kunjung usai. Bahkan, pengangguran tersebut baik korban pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun fresh graduate terancam sulit mencari kerja.

Apalagi, bagi mereka yang terkena PHK sementara yang ternyata pekerjaannya sudah tidak ada lagi. Bagi jutaan orang, pekerjaan yang mereka tinggalkan kemungkinan tak akan pernah kembali.

 Baca juga: Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Usia 15-24 Tahun

"Jelas bahwa pandemi ini membuat beberapa kerusakan mendasar pada pasar kerja," ujar Kepala Ekonom untuk Moody's Analytics Mark Zandi melansir CNN, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Dirinya mengatakan, banyak pekerjaan yang hilang dan tidak akan kembali lagi dalam waktu dekat. "(Apalagi), gagasan bahwa ekonomi akan kembali ke keadaan semula sebelum pandemi jelas tidak akan terjadi," ujarnya.

 Baca juga: Gegara Corona Banyak Pengangguran, 10 Juta Orang Butuh Lapangan Pekerjaan

Laporan pekerjaan pada Juni, menunjukkan kenaikan 4,8 juta pekerjaan yang merupakan rekor kenaikan satu bulan menurut data Departemen Tenaga Kerja. Kenaikan data pekerjaan tersebut dikarenakan kembali bekerjanya bagi para PHK sementara, seperti pekerja di pabrik, toko, hotel, bar, dan restoran yang dibuka kembali.

Tetapi pada saat yang sama, 759.000 orang di-PHK dari jenis pekerjaan yang tidak akan ada lagi. Itu menandai peningkatan bulanan terbesar kedua di Amerika Serikat dibandingkan pada 805.000 orang di PHK pada Januari 2009.

Sekarang ada total 3,7 juta orang Amerika yang menganggur dan pekerjaannya sebelumnya hilang untuk selamanya. Serta, masih ada jutaan lainnya yang mempunyai risiko yang sama.

 Baca juga: Imbas Covid-19, Pengangguran Diprediksi Bertambah 5,23 Juta Orang

Hilangnya jenis pekerjaan tersebut membuat PHK sementara menjadi permanen. Lebih dari 10 juta orang Amerika saat ini dikategorikan sementara tidak bekerja.

Namun secara historis, hampir 30% orang yang mengatakan kepada Departemen Tenaga Kerja bahwa mereka menganggur sementara dimungkinkan tidak pernah mendapatkan pekerjaan mereka kembali.

"Meskipun kita tidak tahu apakah catatan sejarah akan berlaku dalam kasus ini, itu kekhawatiran yang sangat valid bahwa tidak semua orang akan dipanggil kembali," kata Ekonom Senior Heidi Shierholz.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini