Gaji Dipotong Gegara Corona, Ini Cara Atur Keuangan agar Kantong Tak Jebol

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243674 gaji-dipotong-gegara-corona-ini-cara-atur-keuangan-agar-kantong-tak-jebol-l7QJPUVLIh.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 tak hanya berdampak kepada kesehatan masyarakat saja. Penyakit asal Wuhan, China itu juga memiliki efek terhadap perekonomian suatu negara. Hal itu pun juga memengaruhi keuangan perusahaan yang ada di beberapa negara.

Saat kondisi keuangan perusahaan sudah lagi tak bagus, akan mengambil kebijakan berupa merumahkan karyawan atau memotong gaji. Apabila ada salah satu di antara kalian yang termasuk kelompok pegawai gaji yang dipotong, maka harus memutar otak agar keuangan tetap cukup hingga sebulan.

Baca Selengkapnya: Gaji ke-13 PNS Cair, Kesempatan Lunasi Utang Konsumtif

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengatakan setiap pegawai harus membuat rincian daftar pengeluaran bulanan. Tujuan dari melakukan itu untuk mengetahui pengeluaran yang prioritas dan tidak.

“Prioritaskan pengeluaran pada kebutuhan-kebutuhan yang sangat penting dan urgent. contoh untuk bayar tagihan listrik dan air, uang sekolah anak, berbagai cicilan kredit bila ada, dan kuota internet bagi yang WFH atau SFH,” kata Andy kepada Okezone, Kamis (9/7/2020).

Baca Selengkapnya: Gaji ke-13 Jangan Dihabiskan, Sisihkan untuk Biaya Pendidikan Anak

Setelah kebutuhan pokok sudah terdata dengan baik, kata dia, kalian bisa menggunakan anggaran sisa dari gaji bulanan yang dipotong untuk kebutuhan sehari-hari seperti biaya makan dan transportasi “Selebihnya baru digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan lain seperti makan sehari-hari dan lain-lain,” kata dia.

Dia meminta kepada setiap pegawai yang mengalami peristiwa pemotongan gaji agar lebih berhemat dengan mengurangi pengeluaran yang hanya untuk kebutuhan konsumtif. Selain itu, rencana kegiatan untuk berwisata sebaiknya ditunda dahulu hingga pemasukan kembali normal.

“Kurangi atau bahkan berhenti dulu mengonsumsi hal-hal yang bersifat kesenangan pribadi seperti membeli berbagai macam jajanan, kuota internet untuk sosmed atau game, atau beli pakaian yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan yang baru. Traveling juga sebaiknya dikurangi,” ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini