Jalan Buntu Pembayaran Pesangon Eks Karyawan Merpati

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243958 jalan-buntu-pembayaran-pesangon-eks-karyawan-merpati-u4tuQMwDQK.jpg Eks Pegawai Merpati Tuntut Pesangon. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memanggil jajaran direksi hingga karyawan dan pensiunan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Pertemuan dipimpin Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan ini, bertujuan menyelesaikan permasalahan sisa utang hak karyawan Merpati yang belum dibayarkan.

Saat ditemui usai rapat, Direktur Utama Merpati Asep Ekanugraha mengatakan, pihaknya akan tetap mematuhi dan mengacu pada putusan perdamaian atas permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam perjanjian PKPU, Merpati akan menjalankan lima tahapan lewat program restrukturisasi.

Baca Juga: Tak di Kantor, Para Pensiunan Merpati Gagal Ketemu Menteri BUMN

"Kita mengacu pada putusan PKPU," ujarnya, saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Dalam kesempatan yang berbeda, Mantan SVP Cooporate Planing Merpati Ery Wardhana mengatakan, dalam pertemuan tersebut masih belum menemukan titik terang mengenai kapan pesangon mereka akan dibayar. Mengingat, program restrukturisasi yang dipakai tidak jelas.

Baca Juga: Pensiunan Pegawai Merpati Datangi Kantor Erick Thohir

Merpati sebenarnya sudah membayarkan sejumlah pesangon kepada eks karyawannya yang terkena PHK. Hanya saja, hal tersebut sudah terlalu lama karena dilakukan pada 31 Desember 2018.

Di sisi lain, Merpati juga masih berutang pesangon kepada 1.233 karyawan sebesar Rp318,17 Miliar. Padahal, para eks karyawan Merpati sebenarnya sudah menyetujui pembayaran sebesar 50%.

Merpati

Menurut Ery, direksi memberikan opsi pembayaran utang pesangon sebesar 50% saja. Namun dari jumlah 50% tersebut dibagi lagi menjadi dua yang mana setengah lewat cash dan sisanya lewat perjanjian utang.

"Enggak ada (jalan temu). Keliatan hanya bela diri saja. Nah itu kapan. semuanya makin gajelas," jelasnya.

Menurut Ery, dalam pertemuan tersebut sebenarnya ada dua hal yang hendak diklarifikasi. Pertama adalah bagaimana progres dan kelanjutan dari program yang dijalankan perseroan untuk membayar utang pesangon tersebut.

Sebab menurut Ery, program yang dijalankan mentok diputusan PKPU. Lantaran ada perusahaan katering yang tiba-tiba menagih utang kepada Merpati sehingga terpaksa dihentikan lebih dahulu.

"Saya cuma minta dua klarifikasi. pertama apakah program yang mereka jalankan ada layoff karyawan, ada PKPU apakah sesuai dengan rencana restrukturisasi. tanya aja karena saya punya dokumen. yang disebut pkpu bukan begitu cara untuk phk orang," jelasnya.

Dirinya juga mulai meragukan mengenai kelanjutan program restrukturisasi perusahaan. Sebab, investor yang hendak menyuntikan dana kepada Merpati ini tiba-tiba dipenjara karena kasus penipuan.

"Kedua, apakah program restrukturturisasi berhenti. karena masih tahap sini gabisa jalan lagi. udah di penjara investornya," kata Erry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini