Begini Cara Persiapkan Gaji saat Dihantui Badai PHK

Sabtu 11 Juli 2020 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 320 2244758 begini-cara-persiapkan-gaji-saat-dihantui-badai-phk-x0hVjFs7Qg.jpg Gaji (Okezone)

JAKARTA - Setiap gajian, karyawan di suatu perusahaan mendapatkan nafas segar karena melihat saldo di rekeningnya bertambah atau lebih tepatnya menerima gaji bulanan. Namun, kini badai PHK karyawan sedang melanda beberapa tempat kerja akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Lantas bagaimana menyiasati gaji bulanan yang diterima untuk mempersiapkan tabungan? Apalagi di saat Covid-19, PHK menghantui banyak karyawan di suatu perusahaan.

 Baca juga: Awas Kena Godaan Diskon, Bikin Dompet Jebol

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko memberikan tips-tips kepada setiap pegawai agar bisa bertahan hidup meski terkena PHK. Ia menyebut, minimal setiap bulannya karyawan kantoran harus bisa menabung sebesar 20 persen dari gaji yang diterima.

"Minimal 20 persen digunakan untuk saving dan investasi. Yang ditabung misalnya 10 persen, tujuannya untuk mengakumulasi dana darurat tadi," kata Andoko kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Trik Tak Boros saat ke Mal: Tinggalkan Kartu Kredit di Rumah

Setelah itu, lanjut dia, setiap pegawai yang sudah berkeluarga biasanya memiliki pengeluaran rutin berupa cicilan. Sebelum memutuskan untuk meminjam, seseorang harus sudah menghitung maksimal pembayaran utang itu 35 persen dari gajinya.

Apabila, gaji tidak mencukupi, maka diimbau agar menghindari pengeluaran utang yang berbau konsumtif seperti pembelian mobil, motor dan handphone yang terlalu mahal.

"Dengan catatan, 20 persennya untuk cicilan utang produktif. Contohnya adalah KPR. Sementara yang 15 persen untuk cicicilan yang konsumtif," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap masyarakat juga harus mempunyai daftar pengeluaran rutin per bulannya. Misalnya biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk makan sehari-hari, transportasi dan komunikasi. Sehingga, dapat tertata besaran dan kisaran yang dihabiskan dalam waktu sebulan.

"Sisanya 45 persen itu digunakan untuk konsumtif: kebutuhan rumah tangga, transport, pulsa, makan, entertain," kata dia.

Ia mengimbau dari sisa 45 persen dari gaji itu sebaiknya ada yang dialihkan untuk memperbesar tabungan dan mengakumulasi dana darurat.

"Jadi yang 45 persen untuk konsumtif, Anda harus buat list, mana yang keinginan dan kebutuhan. Pertama, kalau makan kebutuhan kita, langganan netflix kan hanya keinginan kita aja," katanya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini