Di-PHK Dapat Pesangon, Baiknya Investasi Emas atau Pegang Cash?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 320 2244775 di-phk-dapat-pesangon-jauhi-investasi-emas-dulu-reQ6ALBzrO.jpg Harga Emas (Shutterstock)

JAKARTA - Emas merupakan instrumen investasi yang cukup menarik, sebab harga jual dan belinya cukup dinamis mengikuti pasar. Namun, hal itu tak disarankan bagi para pegawai yang mendapatkan uang pesangon karena kebijakan perusahaan, yaitu pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko mengatakan bila orang yang terkena PHK memutuskan untuk uang pesangon dialihkan ke investasi emas, maka nantinya dikhawatirkan dia tak memiliki tabungan untuk biaya hidup sehari-hari.

 Baca juga: Begini Cara Persiapkan Gaji saat Dihantui Badai PHK

"Dia sayangnya pada saat orang di-PHK butuh konsumsi dan uang yang minimal sama dengan gajinya dia," kata Andoko kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, keuntungan berinvestasi emas didapat hanya melalui capital gain. Di mana keuntungan yang didapatkan ketika menjual aset investasi tertentu.

 Baca juga: Jangan Bawa Kartu Kredit, Dijamin Enggak Boros Waktu ke Mall

Namun, selama menguasai aset tertentu, meskipun harga jual lebih tinggi dari modal investasi awal, hal itu belum dapat dikatakan sebagai capital gain. "Kalau di emas dia hanya capital gain. Dia enggak bisa memberikan regular income. Kecuali dia punya dana cadangan yang besar," ujarnya.

Ia mengimbau seseorang mungkin bisa menivestasikan sejumlah uang pesangon yang diterima dengan cara berinvestasi. Salah satunya dengan membeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

 Baca juga: Tak Pergi ke Mal Salah Satu Cara Berhemat

"Sekarang pemerintah lagi menerbitkan yang namanya ORI. Itu dilock 3 tahun. Dia bisa mendapatkan return besar. Kalau enggak salah suku bunganya 6,4 persen," ujarnya.

Apabila masih ragu dengan berinvestasi di ORI, kata dia, mereka bisa memanfaatkan dengan menabungkan uangnya di deposito bank. Namun sayangnya kini suku bunga deposito sedang mengalami penurunan.

"Bisa ditempatkan ke beberapa instrumen yang dia bisa memberikan passive income. Contohnya: deposito. Misalnya dia dapat (uang pesangon) Rp 200 juta. Hanya sayangnya sekarang bunga deposito itu kecil hanya 5 persen," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini