APBN Kembang Kempis Danai Proyek Infrastruktur

Ferdi Rantung, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 320 2244875 apbn-kembang-kempis-danai-proyek-infrastruktur-mItlfbXBlZ.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa realisasi APBN selama lima tahun belakang dalam pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, meski meningkat proporsi APBN tidak bisa menutupi pendanaan pembangunan infrastruktur.

"Realisasi APBN selama lima tahun secara konstan terus mengalami peningkatan yang diikuti dengan peningkatan PDB. Kendati demikian secara proporsi alokasi APBN hanya mampu memenuhi sekitar 30%." ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Heripoerwanto dalam secara virtual di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Ia menjelaskan, untuk menutup funding gap sebesar 70% tersebut, diperlukan solusi alternatif agar tidak membebani APBN. "Untuk menutupi Gap tersebut dibutuhkan pembiayaan alternatif, Upaya yang sudah dilakukan adalah dengan skema kerja sama dengan badan usaha, serta skema menarik lainnya bagi investor," ungkapnya.

Menurutnya, infrastruktur merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi karena menyediakan layanan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Selain itu infrastruktur juga menopang peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan akses kepada lapangan kerja.

Sekedar informasi, stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB masih jauh di bawah standar global. Berdasarkan data Bappenas tahun 2019, stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB meningkat dari 35 persen pada 2015 menjadi 43 persen di awal 2019. Meski naik, stok infrastruktur itu masih jauh dari target negara-negara di dunia yakni sebesar 70 persen.

"laporan World Economic Forum pada 2019, posisi daya saing infrastruktur Indonesia terhadap negara-negara di Asia berada pada peringkat 72 dari 140 negara dalam penilaian indeks daya saing infrastruktur. Dalam wilayah ASEAN dan China posisi indeks daya saing Indonesia berada di peringkat kelima setelah Singapura, Malaysia, China, dan Thailand." pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini