Teten Masduki: Koperasi Simpan Pinjam Sangat Rentan Terdampak Corona

Natasha Oktalia, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 320 2245057 teten-masduki-koperasi-simpan-pinjam-sangat-rentan-terdampak-corona-xo4emegAME.jpg Teten Masduki (Foto: Dok Kemenkop UKM)

JAKARTA - Saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi ujian di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, di mana pertumbuhan ekonomi nasional sedang mengalami tantangan yang cukup serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat.

Dunia usaha, terutama koperasi dan UMKM mengalami dampak yang berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan.

Baca Juga: Selamat Hari Koperasi Nasional ke-73, Ini Sejarah Singkat yang Diperingati Tiap 12 Juli 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, turbelensi ekonomi masa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bahwa koperasi sektor keuangan atau simpan pinjam sangat rentan dan mudah terkontraksi oleh eskalasi tersebut.

"Perlu disiapkan sistem pengawas dan penjamin simpanan di koperasi agar bisa memberikan rasa aman bagi mereka yang menaruh simpanan atau investasi di koperasi," ujarnya dalam pidatonya saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73, Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Jalin Mitra dengan Koperasi 

Sebelumnya, ada sejumlah inisiatif yang sedang dilakukan untuk penguatan dan modernisasi koperasi.

Seperti melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar yang lebih luas, pembiayaan serta mengembangkan kapasitas usaha seluas-luasnya.

Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM juga sedang menyusun strategi nasional UMKM dan koperasi. Instrumen kebijakan yang nantinya dapat mewadahi kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan.

"Tidak terbatas untuk pendidikan, pelatihan dan pendampingan koperasi memanfaatkan ekosistem digital," katanya.

Secara operasional penyediaan infrastruktur dasar digital untuk koperasi dapat diinisiasi oleh pemerintah, pemerintah daerah atau konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN. Digitalisasi harus dipahami sebagai bagian dari perbaikan bisnis proses, tata kelola yang jauh lebih akuntabel dan modernisasi pelayanan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini