Bos BCA: Nasabah Mampu Masih Bayar Cicilan KPR

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 278 2245593 bos-bca-nasabah-mampu-masih-bayar-cicilan-kpr-XYNIZTQyei.jpg KPR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) angkat bicara mengenai rencana pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) yang memutuskan adanya penempatan dana pemerintah terbuka lebar pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan swasta.

Hal itu juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan PEN.

Baca Juga: Selain Bank BUMN, Sri Mulyani Titip Uang Negara ke BPD dan Swasta 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, hingga saat ini likuiditas BCA sangat solid. Hal ini dapat dilhat dari pendanaan BCA selaama Januari hingga Juni 2020 terus bertambah, seperti giro, tabungan dan deposito meski di bawah 4%.

"Likuiditas sangat solid kita sebenarnya tidak perlu penempatan dana, tapi karena program pemerintah diharuskan dan juklak jelas, mungkin kita jajaki yang penting penyalurannya tanggung jawabnya dan berapa waktunya," kata Jahja dalam "Hangout with BCA" secara virtual di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Jahja juga mencatat ketika bank mendapatkan bantuan dari pemerintah, maka leverage penyaluran kreditnya harus naik hingga tiga kali lipat. Seperti halnya Bank Himbara yang mendapat dana negara Rp30 triliun, maka penyaluran kreditnya harus naik hingga Rp90 triliun.

"Dalam kondisi normal bisa kita sanggupi, dalam keadaan sekarang ekonomi kita hampir semua lumpuh," katanya.

Baca Juga: Titipan Uang Negara Rp30 Triliun di Bank BUMN Bakal Lebih Lama 

Menurut Jahja, dengan kondisi Covid-19, bagaimana caranya menaikkan pinjaman, walaupun ada beberapa nasabah yang tetap membayar cicilan.

"Yang mampu tetap bayar kita, misalnya proyek investasi tetap cicilan, sebagian besar tetap bayar KPR, KKB tetap bayar dan restrukturisasi yang mampu tetap bayar. Likuiditas banyak tetapi karena ada yang bayar, sehingga kita lihat outstanding, agak turun bukan karena kredit baru, yang bayar kembali daripada kredit baru yang kita lepas," kata Jahja.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini