Gerbong Kereta KAI Retak-Retak, BPKP dan BPPT Diminta Audit

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 320 2245723 gerbong-kereta-kai-retak-retak-bpkp-dan-bppt-diminta-audit-7If1K3HnSD.jpg Ilustrasi Kereta Api (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengeluhkan sejumlah gerbong miliknya yang merupakan hasil produksi PT Industri Kereta Api (Inka) mengalami banyak keretakan. Keluhan ini harus ditindaklanjuti dengan audit yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

”Demi transparansi, sekalian saja buka-bukaan. Audit harus libatkan BPKP untuk cek semua prosesnya, dan BPPT untuk audit teknologinya,” ujar anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Bos KAI Ngeluh Banyak Gerbong Kereta Buatan INKA Retak 

Mufti mengatakan, pernyataan PT KAI tersebut merupakan hal yang sangat serius. Pertama, karena menyangkut keamanan dan keselamatan transportasi. ”Itu kalau retak-retak kan membahayakan, meski itu kereta barang tetap saja dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Kedua, lanjut Mufti, hal itu menyangkut keuangan BUMN, baik KAI maupun Inka. Sebab, nilainya tidak sedikit, mencapai ratusan miliar.

”Kerja sama KAI dan Inka ini nilainya tidak sedikit, kalau kereta barang pengangkut batu bara yang disebut retak itu bisa ratusan miliar. Jadi ini yang salah siapa, karena bisa merugikan keuangan BUMN, sehingga perlu diklirkan dengan audit BPKP dan BPPT,” ujar Mufti Anam.

Mufti meminta kedua BUMN tersebut untuk sama-sama berkirim surat kepada BPKP dan BPPT yang isinya meminta dilakukan audit terhadap pesanan kereta tersebut.

”Pelibatan BPPT penting, karena mereka punya semacam pusat audit teknologi untuk tahu fakta teknologi terkait kesesuaian standar dan aspek-aspek lainnya. Karena ini sudah dibuka oleh PT KAI, maka sekalian saja libatkan lengkap dari BPKP hingga BPPT, sehingga publik tahu duduk masalahnya,” imbuh Mufti.

Baca Juga: KAI Ngeluh Kantong Jebol Rp3,4 Triliun dan Kereta Inka Retak, Ini Faktanya 

Seperti diketahui, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo pada rapat dengan Komisi VI DPR mengatakan, ada gerbong kereta milik KAI yang mengalami keretakan. Gerbong tersebut adalah produksi sesama BUMN lainnya, yaitu PT Inka

”Kami sampaikan bahwa dari sarana kita itu mayoritas dari INKA. Kami sekarang ini sedang menghadapi masalah dengan INKA karena ada permasalahan gerbong retak," ujar Didiek dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (8/7/2020).

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini