Cerita SB, si Pemilik Uang Rp500 juta yang Tertinggal di KRL

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 320 2245853 cerita-sb-si-pemilik-uang-rp500-juta-yang-tertinggal-di-krl-CdzUuX27aN.jpg KRL (Okezone)

JAKARTA - Seorang petugas Kereta Rel Listrik (KRL) beberapa waktu lalu menemukan uang tunai Rp500 juta. Tepatnya, di bawah kursi tempat duduk dalam gerbong KRL.

Hal ini terjadi pada 6 Juli 2020, pukul 16.40 WIB, petugas kebersihan kereta bernama Mujenih dan petugas pengawalan KRL Egi Sandi menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.

 Baca juga: Barang yang Tertinggal di KRL dan Tak Diambil, Dibawa ke Mana?

Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam bungkusan koran. Mereka berdua melaporkan barang tersebut ke tempat passenger service.

Tak disangka, setelah diperiksa uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah Rp500 juta. Namun, bagaimana uang tersebut kembali ke tangan pemiliknya?

Pemilik uang tersebut adalah seorang pengguna KRL berinisial SB. SB pun melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta tak lama setelah Mujenih menemukan uang tersebut.

 Baca juga: Petugas Kebersihan KRL Temukan Rp500 Juta, KCI: Terbesar

Salah seorang Passenger Service, Iqbal Fahri pun menerima SB. Untuk prosedur keamanan, Iqbal melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.

 KRL

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba menyebut, dari laporan tersebut petugas kemudian memverifikasi identitas dan ciri-ciri barang. Hasilnya, seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan.

 Baca juga: Penumpang Lagi-Lagi Menumpuk, KRL Harus Bagaimana?

"Uang tersebut sudah dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (13/7/2020).

Seperti diketahui, setiap harinya berbagai jenis barang termasuk barang berharga ditemukan tertinggal di dalam KRL oleh petugas dan dicatat ke dalam sistem Lost and Found atau aplikasi laporan barang tertinggal.

Seluruh barang temuan dicatat dalam sistem lost and found yang menghubungkan 80 stasiun KRL. Dalam satu hari rata-rata ada delapan barang yang ditemukan. Lebih dari 50 persen telah diambil kembali oleh pemilik barang.

Barang-barang yang tidak diambil oleh pemiliknya hingga lebih dari dua bulan tapi masih layak pakai, seperti pakaian, perkakas, dan tempat makan akan dikumpulkan. Petugas kemudian akan membersihkan dan mengelompokkan barang-barang tersebut.

Barang kemudian disumbangkan ke panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan. Terakhir PT KCI menyumbangkan barang ke Panti Asuhan di Kampung Cipayung, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor pada 4 Juni 2020.

"Barang bawaan adalah tanggung jawab sepenuhnya dari masing-masing pengguna. Namun saat ada barang yang tertinggal di dalam kereta maupun di stasiun dan selama tidak berpindah tangan ke orang-orang lain yang tidak bertanggung jawab, pasti akan diamankan oleh petugas," ungkapnya. (rzy)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini