Berkaca di Merauke dan Kalbar, Food Estate di Kalteng Jangan Gagal Lagi

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246425 berkaca-di-merauke-dan-kalbar-food-estate-di-kalteng-jangan-gagal-lagi-WQWBzfxu7q.jpg Pertanian (Okezone)

JAKARTA - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) disiapkan menjadi lumbung pangan. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi mengenai program food estate.

Lalu bagaimana cara ketahanan pangan akan efektif dengan food estate (pembukaan lahan baru)?

 Baca juga: Food Estate vs Impor Pangan, Mana yang Lebih Efektif?

Menurut pengamat sektor pangan dan Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KPRP) Said Abdullah, pemerintah pernah mempunyai pengalaman membuka lahan baru di Merauke dan Kalimantan Barat serta beberapa tempat lainnya. Namun, pada umumnya gagal.

"Jadi terkait food estate ini, saya pikir harusnya tidak mengulangi hal yang sama kegagalan masa lalu karena kita melupakan science (ilmu) dalam mengembangkan estate," ujar dia kepada Okezone, Selasa (14/7/2020).

Kemudian, lanjut dia apabila sekarang masih melakukan itu dan tanpa sciene maka bisa menjadi peluang mengulang masa lalu. Pilihannya yakni intensifikasi yang ada disini. Dan juga harus menguatkan proses produksi di sawah yang ada dari pada membuka estate baru.

 Baca juga: Presiden Jokowi Buka-bukaan Tunjuk Prabowo Urus Lumbung Pangan

"Seperti di lahan gambut persoalan ekosistem, sosial dan ekonomi harusnya menjadi pertimbangan," ungkap dia

Lalu, tutur dia, untuk impor pangan tentu saja harusnya menjadi pilihan terakhir dari hitungan kasar harusnya lahan yg eksisting saat ini terutama di Pulau Jawa cukup untuk kebutuhannya. Namun produksi yang ada tidak bisa dikelola pemerintah sepenuhnya atau mayoritasnya dikuasai bulog tapi pengusaha.

"Jadi menurut saya lebih baik intensifikasi dari sawah yang ada dan melakukan kontrol distribus via bulog yang kuat," tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini