Ambyar, Garuda Terlilit Utang Rp32 Triliun hingga Diprediksi Rugi Rp15,8 Triliun Gegara Corona

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 320 2246585 ambyar-garuda-terlilit-utang-rp32-triliun-hingga-diprediksi-rugi-rp15-8-triliun-gegara-corona-JNCuxkBW6D.jpg Garuda (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memproyeksikan kerugian tahun ini mencapai USD1,1 miliar atau setara Rp15,8 triliun (kurs Rp14.400 per USD). Kerugian itu akibat merosotnya pendapatan Garuda Indonesia karena adanya pandemi Covid-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, kerugian tersebut termasuk beban bunga dana talangan sebesar Rp8,5 triliun yang akan diterima pihaknya. Di mana, dana talangan diperkirakan cair pada tahun 2020.

"Kami melihat posisi laba ruginya di tahun 2020 karena ada dana talangan akan turun, diperkirakan akhir tahun itu ruginya sebesar USD1 miliar lebih," ujar irfan, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Pendapatan Anjlok 90%, Utang Garuda Tembus Rp32 Triliun 

Namun demikian, lanjut Irfan, pihaknya tetap berupaya mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan dari tekanan utang dan Covid-19. Bahkan, kata dia, pihaknya optimis perusahan pelat merah tersebut mampu mencatatkan EBITDA dan laba positif pada 2022 hingga 2023. Dengan begitu maskapai penerbangan mampu keluar dari masa kritisnya.

"Kita harap 2022 sudah positif EBITDA-nya, dan kita bisa bukukan net income positif di 2023," ungkapnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia tercatat memiliki total utang hingga 1 Juli 2020 mencapai USD2,21 miliar atau setara Rp32,04 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang usaha dan pajak senilai USD905 juta dan pinjaman bank sebesar USD1,313 miliar

Irfan Setiaputra mengatakan, pinjaman bank senilai sebesar USD1,313 miliar itu terbagi atas pinjaman jangka pendek sebesar USD668 miliar dan pinjaman jangka panjang sebesar USD645 miliar.

"Saldo utang usaha dan pinjaman bank per 1 Juli 2020 totalnya 2,2 miliar dolar (AS), ini terdiri dari USD905 jutadolar operasional, pinjaman jangka pendek USD668 juta dan pinjaman jangka panjang USD645 juta. Dari USD645 ada pinjaman sukuk USD500 juta yang sudah kita berhasil negosiasi dan extend jadi Juni 2023," ungkapnya.

Baca Juga: Tak Ada Ampun, Garuda Bakal Pecat Pilot yang Pakai Narkoba 

Sementara itu, untuk menjaga kelangsungan bisnis perseroan, pihak Garuda mengajukan dana talangan kepada pemerintah sebesar Rp 8,5 triliun. Skema dana talangan itu nantinya berbentuk mandatory convertible bonds (MCB) atau jenis obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dari suatu perusahaan penerbit obligasi.

Namun begitu, dalam kesepakatan pencairan dana talangan, pemerintah tetap memberlakukan beban bunga kepada Garuda.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini