5 Jenis UMKM yang Paling Terdampak Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 320 2246713 5-jenis-umkm-yang-paling-terdampak-covid-19-q8pzonXwyG.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

 JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sebanyak 67.051 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak karena adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Data itu berdasarkan laporan dari dinas di provinsi, kabupaten dan kota per tanggal 20 Juni 2020.

Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Destry Anna Sari mengatakan dari seluruh pebisnis UMKM itu ada lima jenis usaha yang paling terkena dampak. Pertama adalah usaha penyediaan akomodasi makan dan minuman. Kedua adalah perdagangan besar dan eceran seperti reparasi, perawatan mobil dan motor. Ketiga ialah industri pengolahan. Kemudian, aktivitas jasa lainnya. Kelima yaitu usaha pertanian, kehutanan dan perikanan.

Baca Juga: Kabar Baik, Sri Mulyani Buka Peluang Gratiskan Pajak UMKM hingga Desember 

“Penyediaan akomodasi makan dan minuman : 35,88%; perdagangan besar dan eceran seperti reparasi perawatan mobil dan motor : 25,33%; industri pengolahan : 17,83%; aktivitas jasa : 11,69%; dan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan : 5,6%,” kata Destry dalam diskusi virtual Prodi Manajemen FEB Unas, bertajuk Strategi Pemasaran Bisnis Menghadapi Masa New Normal Covid-19, Rabu (15/7/2020).

Dia menjelaskan, penyebab utama UMKM terkena dampak dari pandemi Covid-19 lantaran penjualan menurun, sulitnya bahan baku, distribusi terhambat, permodalan dan produksi terhambat. Dia menilai permasalahan itu muncul karena kebijakan dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca Juga: Baru 8,7% Pajak UMKM yang Ditanggung Pemerintah 

“Supply and chain UMKM di Indonesia ini belum terjaga. Sangat tergantung dari distribusi ini,” ujarnya.

Dia berharap memasuki era new normal atau tatanan hidup baru nanti pebisnis UMKM sudah bisa pulih kembali. Sebab sektor UMKM itu terhitung dapat menyerap total tenaga kerja sebanyak 97 persen di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita perlu menambah dukungan untuk UMKM supaya strukturnya lebih kuat. Ini PR kita semua untuk meningkatkan kontribusi,” kata dia. (kmj)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini