Share

American Airlines Mau PHK 25.000 Karyawan

Giri Hartomo, Okezone · Jum'at 17 Juli 2020 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2247736 american-airlines-mau-phk-25-000-karyawan-96vIiMaLJf.jpeg Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat yakni American Airlines berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 25.000 karyawannya atau sekitar 29% dari jumlah tenaga kerjanya. Langkah ini diambil menyusul terus melonjaknya kasus virus corona sehingga memupuskan harapan untuk rebound lebih cepat.

Maskapai ini juga mendesak karyawan untuk bertahan selama dua tahun atau mengambil paket pensiun dini untuk mendapatkan sebanyak mungkin orang dari gaji sebelum adanya PHK.

Baca Juga: Maskapai Australia Qantas PHK 6.000 Karyawan

CEO American Airlines Doug Parker dan Presiden Robert Isom mengatakan pandemi virus corona membuat permintaan untuk melakukan perjalanan udara menurun. Apalagi, pendapatan orang Amerika di bulan Juni turun 80% dari tahun lalu.

Berdasarkan data, rata-rata sekitar 672.000 orang sehari melewati pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi dalam dua minggu pertama bulan Juli. Angka ini turun 73% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

"Dan dengan tingkat infeksi meningkat dan beberapa negara membangun kembali pembatasan karantina, permintaan untuk perjalanan udara melambat lagi," ujarnya mengutip halaman CNBC, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Maskapai Tak Tahan Virus Corona, PHK Jadi Jalan Keluar Selamatkan Bisnis 

Sebenarnya, maskapai penerbangan di Amerika Serikat telah mendapatkan gelontorkan dana bantuan dari Federal senilai USD25 miliar. Namun, dengan syarat maskapai diminta untuk tidak melakukan pemotongan gaji atau PHK hingga 30 September 2020.

Maskapai dilarang memotong pekerjaan atau membayar upah pekerja hingga 30 September di bawah persyaratan USD25 miliar dalam dukungan gaji federal. Parker dan Isom mendukung seruan dari anggota parlemen dan serikat pekerja untuk memperpanjang bantuan itu sampai akhir Maret 2021.

Namun, kini penurunan pendapatan maskapai hingga saat semakin memburuk. Bahkan kini saham American Airlines turun sekitar 3% dalam perdagangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Presiden Association of Professional Flight Attendants Julie Hedrick mengatakan serikat pekerja pun mendorong Kongres dan administrasi Trump untuk memperluas dukungan penggajian tersebut hingga akhir Maret 2021.

"Serikat pekerja kini mendorong Kongres memperluas dana bantuan penggajian untuk membantu menjaga pekerja penerbangan tetap mendapat gaji dan tunjangan mereka korban terdampak virus Corona," kata Hedrick.

Baca juga: Pilot Kontrak Kena PHK, Bos Garuda: Gaji Tetap Dibayar

Sementara itu, Juru Bicara Asosiasi Pilot yang mewakili 15.000 pilot American Airline Dennis Tajer mengatakan, dalam Undang-undang penyesuaian dan pelatihan pekerja mewajibkan pengusaha untuk memberi tahu staf tentang kemungkinan PHK atau cuti sementara pada umumnya 60 hari sebelumnya. Para pekerja mengatakan pekerjaan mereka berisiko tidak perlu diberhentikan.

"Ini adalah berita brutal," kata Dennis Tajer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini