Pelajari Jenis Pasar Online dan Celah yang Harus Dikuasai

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2247934 pelajari-jenis-pasar-online-dan-celah-yang-harus-dikuasai-WVBnmlhFwy.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Selama pandemi covid-19, tidak sedikit perusahaan yang terkena dampak tekanan pada keuangannya. Dampak ini juga berdampak pada usaha maupun bisnis kecil. Namun, bukan jadi alasan bagi masyarakat Indonesia khususnya para pengguna internet untuk tidak membuat perubahan karena situasi yang tengah terjadi.

Masyarakat Indonesia tidak mengabaikan peluang bisnis begitu saja. Pasalnya, semenjak terjadi bencana pandemi pengguna internet juga mengalami kenaikan yang cukup besar, sehingga banyak pengguna internet yang menggunakan media online sebagai media ladang berbisnis.

Baca Juga: Renyahnya Bisnis Camilan, Ikuti 5 Cara Ini agar Untung Banyak

Dikutip dari buku "Rahasia Bisnis Besar Impor Produk China" oleh Yana Mulyana, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Pasar online atau biasa disebut dengan istilah e-marketplace merupakan tempat dimana ribuan bahkan beberapa di antaranya hingga jutaan pedagang menjajakan barang dagangannya. Bisa diakses oleh siapapun, dari belahan dunia manapun.

Sesuai fungsinya, saat ini ada tiga jenis platform e-marketplace, yaitu:

1. Customer to customer (C2C)

Diperuntukkan terutama bagi perseorangan yang akan menjual barangnya langsung ke konsumen.

Baca juga: Pentingnya Tentukan Lokasi saat Membuka Bisnis

2. Business to business (B2B)

Diperuntukkan bagi perusahaan yang akan menjual produk-produknya ke perusahaan lain. Bisa produsen ke produsen berupa jual beli bahan baku atau barang setengah jadi. Bisa juga produsen ke pedagang grosiran atau eceran berupa jual beli barang jadi siap jual.

3. Business to Costumer (B2C)

Diperuntukkan bagi perusahaan yang akan menjual produk-produknya langsung ke konsumen.

Platform apapun yang digunakan tetap harus memiliki strategi dalam proses mendalami usaha dan terus meningkatkan daya jual-beli pada usaha tersebut. Namun demikian, yang namanya online, tentunya anda tidak bertemu dan bertatap muka langsung dengan customer sehingga hal-hal yang perlu anda pelajari adalah sebagai berikut:

1. Memastikan bahwa calon customer benar-benar tertarik pada produk yang ditawarkan

2. Agar tetap menjaga komunikasi dengan mereka, sementara antara anda dan customer tidak selalu berinteraksi pada waktu yang sama.

3. Aktif dengan selalu menanyakan kabar pada saat terjadi proses transaksi dengan customer, sehingga menghindari terjadinya hit and run

Hal-hal yang telah disebutkan di atas bisa menjadi acuan bagi anda untuk menjalankan bisnis dan membuat strategi yang lebih tepat untuk menghadapi customer dengan transaksi secara tidak langsung. Semoga berhasil!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini