Investasi Mata Uang Digital di Tengah Corona, Perhatikan Hal Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2248120 investasi-mata-uang-digital-di-tengah-corona-perhatikan-hal-ini-qeGOaeSrAC.jpg Investasi Uang Digital (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di cryptocurrency atau pertukaran mata uang digital (kripto exchange) membuat pemerintah Indonesia gencar untuk mendata berbagai perusahaan perantara perdagangan aset kripto exchange di Tanah Air.

Baca Juga:Ā Pertama Kali, Perusahaan Mata Uang Digital Ini Bakal Listing di Bursa ASĀ 

Hal ini dilakukan agar memastikan bahwa perusahaan tersebut tercatat dan legal secara formal di Indonesia serta bisa melakukan aktifitas ekonomi di Indonesia secara sah.

Dalam situs resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tercatat per 17 Juli 2020 seperti dikutip dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (17/7/2020), sudah ada 13 perusahaan yang memperoleh tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto dan bisa menjadi rekanan investasi. Ketiga belas perusahaan itu adalah:

Baca Juga:Ā Bocoran Mata Uang Digital yang Dikembangkan ChinaĀ 

1. PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto),

2. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit),

3. PT Tiga Inti Utama (Triv),

4. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax),

5. PT Pintu Kemana Saja (Pintu),

6. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex),

7. PT Bursa Kripto Prima (Bicipin),

8. PT Luna Indonesia Ltd (Luno),

9. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku),

10. PT Indonesia Digital Exchange (Indonesia Digital Exchange),

11. PTĀ Cipta Koin Digital (Koinku),

12. PT Triniti Investama Berkat (Bitocto)

13. PT Plutonext Digital Aset.Ā 

Ketiga belas perusahaan tersebut dianggap sudah mengikuti seluruh rangkaian legal formal izin usaha di Indonesia yang mengacu Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2019 antara lain; perusahaan exchange wajib memiliki modal disetor minimal Rp25 miliar agar bisa memperoleh tanda daftar dari Bappebti.

Selanjutnya, mereka harus memenuhi sejumlah syarat lagi, termasuk menambah kecukupanĀ modal menjadi Rp50 miliar agar mendapat persetujuan sebagaiĀ pedagang fisik.

Daftar yang ada pada situs Bappebti menjadi jaminan atas legalitas, keamanan, dan kenyamanan publik yang ingin berinvestasi. Itu berarti jika ada penyedia jasa perantara yang tidak terdaftar di Bappebti maka dianggap ilegal.

Jadi, jika tertarik untuk berinvestasi di dunia digital dengan kripto exchange, jangan lupa untuk membuka situs resmi Bappebti untuk menjamin lehgalitas keamanan, kenyamanan, dan ketenangan dalam berinvestasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini