Share

Menteri Edhy: Cantrang Perlu Diatur

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 320 2249312 menteri-edhy-cantrang-perlu-diatur-Jzaryvg32k.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo. (Foto: Okezone.com/KKP)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak membeda-bedakan kualitas layanan baik untuk nelayan kecil maupun besar. Semua sama-sama punya kontribusi menggerakkan roda ekonomi di sektor kelautan dan perikanan.

Dirinya pun berupaya supaya aturan yang dikeluarkan oleh KKP mengakomodir kebutuhan semua lapisan nelayan. Contohnya soal aturan cantrang yang saat ini dalam tahap harmonisasi.

Baca Juga: Jurus KKP Tingkatkan Kualitas Kebijakan dengan Data yang Akurat

Larangan cantrang akan dicabut namun ada aturan-aturan baru yang ditambahkan supaya keberadaan kapal cantrang tidak mengganggu nelayan pengguna alat tangkap lain.

"Jadi yang paling jelas aturan soal cantrang perlu diatur. Karena ada nelayan kita yang tidak punya kapal, yang hanya masang bubu di pinggiran. Ini juga jangan diganggu. Semua harus hidup, baik yang kecil maupun yang gede. Karena ini semua untuk ekonomi," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2020).

Kemudian, lanjut dia, aturan yang dimaksud di antaranya meliputi zonasi penangkapan kapal cantrang, ukuran serta panjang jaring. Di mana, sebagian besar kapal cantrang di Indonesia dioperasikan oleh nelayan-nelayan kecil.

Baca Juga: Masih Ada Pencurian Ikan Pakai Rumpon Ilegal, 194 Kapal Diciduk

Sehingga, tutur dia, apabila dipaksakan tetap dilarang, ekonomi nelayan kecil pengguna cantrang akan terus terganggu. Di satu sisi, Menteri Edhy sudah melihat langsung bahwa cantrang tidak merusak lingkungan.

"Cantrang ini justru paling banyak dipakai oleh kapal-kapal kecil di bawah 30 GT. Jumlahnya ada 5.000an. Sementara kapal di atas 30 GT cuma 740. Ada juga yang bilang kalau cantrang merusak karang. Bagaimana bisa, cantrang kena karang justru jaring cantrangnya yang rusak," ungkap dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini