Selain Lobster, Perusahaan Hashim Djojohadikusumo Juga Budi daya Teripang hingga Kerapu

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2250032 selain-lobster-perusahaan-hashim-djojohadikusumo-juga-budi-daya-teripang-hingga-kerapu-uKaExBMHRc.jpg Hashim Djojohadikusumo (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo menyebut wacana untuk melakukan budi daya lobster bukan tiba-tiba. Sebab wacana melakukan budi daya sudah berlangsung sejak perusahaannya sempat mengalami kesulitan secara keuangan.

Hashim bercerita, perusahaannya sudah melakukan ekspor sejak tahun 1986. Namun saat itu barang yang diekspor adalah mutiara.

Baca Juga: Masih Ada Pencurian Ikan Pakai Rumpon Ilegal, 194 Kapal Diciduk

Seiring berjalannya waktu, bisnis budi daya mutiara yang dijalani ini mengalami kemandekan. Untuk menyelamatkan perusahaan dirinya melakukan diversifikasi dengan menjamah bidang-bidang lainnya.

Namun saat itu, ketika perusahaannya ingin melakukan budi daya lobster masih dilarang oleh pemerintah. Barulah saat Edhy Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan budi daya kembali dibuka.

lobster

“Maka kalau budi daya keluarga kami sudah lama. Nah lima tahun lalu bisnis mutiara kami mengalami kerugian dan mandek,” ujarnya dalam acara Lets Talk With Sara, Selasa (21/7/2020).

Menurut Hashim, diversifikasi yang dilakukan pun bukan cuma lobster. Karena ada beberapa komoditas lain seperti kepiting hingga kerapu.

“Kami akan diversifikasi satu di budi daya lobster. Kami juga mau budi daya teripang juga bisnis kepiting. Kerapu dan ikan macam-macam,” jelasnya.

Menurut Hashim, budi daya teripang sendiri bisa digunakan untuk beberapa produk. Seperti produk kosmetik yang banyak dibutuhkan oleh beberapa negara.

lobster

“Teripang untuk apa? Untuk bisnis obat-obatan luar negeri banyak yang perlu, untuk kosmetik, makanan dan sebagainya itu teripang. Jadi bukan hanya lobster tapi budi daya lain lain juga. Kok selalu seolah-olah izin ekspor,” kaya Hashim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini