Masih Ada Pencurian Ikan Pakai Rumpon Ilegal, 194 Kapal Diciduk

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246432 masih-ada-pencurian-ikan-pakai-rumpon-ilegal-194-kapal-diciduk-PcH9A9Rw0B.jpg Ilustrasi Kapal (Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penertiban terhadap alat bantu penangkapan ikan rumpon yang dipasang secara ilegal pada Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Pulau Pieh di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI 572 Perairan Barat Sumatera Barat. Penertiban itu untuk melindungi kawasan konservasi peraiaran dari kegiatan penangkapan ikan secara ilegal.

"KKPN ini perlu untuk diawasi karena memiliki biodiversitas yang tinggi seperti terumbu karang, lamun, jenis ikan dilindungi, mangrove dan lainnya. Sehingga harus dikelola dan dimanfaatkan secara tertib dan berkelanjutan," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tb Haeru Rahayu, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

 Baca juga: Menteri Edhy Pastikan Lapangan Kerja Baru untuk 14 ABK Long Xing 629

Dia memastikan pemasangan rumpon di KKPN tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 47 tahun 2016, Pasal 5 ayat (2) diatur bahwa kegiatan penangkapan ikan di kawasan konservasi perairan dilakukan oleh kapal penangkap ikan berukuran paling besar 10 GT.

"Selain tidak memiliki izin, kegiatan penangkapan ikan secara terbatas di KKPN hanya untuk kapal-kapal dibawah 10 GT," ungkap dia.

 Baca juga: KKP Tangkap 3 Kapal Ilegal Asal Malaysia

Sementara itu, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Matheus Eko Rudianto menyebut sepanjang Januari - April KKP menindak 194 kapal perikanan yang melakukan kegiatan penangkapan di KKPN. Adapun rincian pelanggaran tersebut terjadi di 6 KKPN yaitu Anambas ada 151 kapal, Aru ada 37 kapal, Pulau Pieh ada 1 kapal, Laut Sawu 1 kapal, dan Waigeo 4 kapal.

"Empat KKPN lain yaitu Gili Matra, Kapoposang, Padaido, dan Laut Banda tidak ditemukan adanya pelanggaran," tegas dia.

 Baca juga: Marak Penangkapan Ikan dengan Bahan Peledak, Peredaran B2 Diperketat

Di sisi lain, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono mengatakan penertiban rumpon di KKPN Pulau Pieh dilakukan oleh Kapal Pengawas (KP) Perikanan Hiu 12 yang dinakhodai oleh Capt Novry Sangian pada beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, penertiban tersebut dilakukan karena rumpon-rumpon tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon.

"Tidak ada tanda pengenal sebagaimana dipersyaratkan, selain itu pemasangannya pun titiknya cukup berdekatan," kata dia.

Rumpon-rumpon ilegal tersebut kemudian dibawa ke Satwas SDKP Padang untuk diamankan. Selama periode Januari sampai dengan Juli, Kapal Pengawas Perikanan telah melakukan penertiban terhadap 30 rumpon dari berbagai wilayah di Indonesia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini