Bos Krakatau Steel Sedih soal Konsumsi Baja di Indonesia

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251626 bos-krakatau-steel-sedih-soal-konsumsi-baja-di-indonesia-aBAZcVgmp3.jpg Baja (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim mengungkapkan bahwa konsumsi baja di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan data yang ada, konsumsi baja di Tanah Air hanya 60 kilogram (kg) per kapita per tahun.

"Angka konsumsi baja itu sangat rendah. Idealnya Indonesia itu mengkonsumsi baja 200 kilogram per kapita per tahun" kata Silmy dalam diskusi secara virtual bersama HIPMI, Jumat (24/7/2020)

Baca Juga: Jika Indonesia Resesi, Sektor Ini yang Harus Diselamatkan 

Menurutnya, negara yang besar pasti mempunyai industri baja yang kuat. Misalnya saja seperti China, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan dan Jepang.

"Jika dibandingkan dengan Korea Selatan, konsumsi bajanya mencapai 1,300 kilogram per kapita per tahun. Kita masih rendah. Negara yang ekonomi kuat, pasti industri bajanya juga kuat," terangnya.

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Bisa Tumbuh di Atas 3%, Jika.... 

Dia menambahkan, bila ingin jadi negara besar, maka industri baja harus kuat, untuk menopang pembangunan infrastruktur dan industrinya. Apalagi industri baja disebut sebagai "mother of industry". Sebab, sebagian besar industri yang ada menggunakan baja, baik itu dari automotif, elektronik, galangan kapal bahkan industri makanan.

"Industri baja diperlukan sebagai syarat untuk agar industrinya sebuah negara itu maju. Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah atau BUMN dengan swasta" tutupnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini