Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Vaksin Corona Made in China yang Bisa Saja Gagal

Fakhri Rezy , Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2020 |09:07 WIB
7 Fakta Vaksin Corona <i>Made in</i> China yang Bisa Saja Gagal
Obat (Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Vaksin virus Corona atau Covid-19 mulai terlihat di depan mata. Pasalnya, saat ini beberapa negara sedang mengembangkan vaksin tersebut, begitu juga di Indonesia.

Baru-baru ini, Indonesia menerima kiriman vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.

Vaksin buatan Sinovac merupakan salah satu kandidat terdepan dalam upaya pengobatan virus corona. Di Indonesia, Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya.

Mengutip artikel Okezone, Jakarta, Sabtu (25/7/2020), berikut fakta-fakta soal vaksin Corona di Indonesia:

 Baca juga: Jika Lolos Uji Klinis Tahap III, Vaksin Sinovac Diklaim Bisa Musnahkan Covid-19

1. Vaksin Corona Made in China

Indonesia menerima kiriman vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.

Vaksin buatan Sinovac merupakan salah satu kandidat terdepan dalam upaya pengobatan virus corona. Vaksin itu telah memasuki uji coba fase III pada awal Juli dan menjadi salah satu vaksin yang akan memasuki uji coba tahap akhir.

2. Vaksin Sinovac Masuki Tahap Uji Coba Fase III

Di Indonesia, Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya.

Presiden Joko Widodo mengatakan, proses dan protokol fase uji klinis tersebut akan mendapatkan pendampingan ketat dari BPOM. Apabila dinyatakan lolos, BPOM akan mempercepat pemberian izin edarnya.

 Baca juga: Vaksin Made in China Disuntik ke Orang Positif Covid-19, Gimana Reaksinya?

"Adapun produksinya sekali lagi, apabila uji klinis tahap ketiga ini berhasil, maka akan dilaksanakan oleh Bio Farma," ujarnya.

Menurut laporan yang saya terima, BUMN kita sudah siap memproduksi vaksin ini dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun, bahkan bisa ditingkatkan jadi 250 juta dosis," jelas Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

3. Diujicoba ke Manusia pada Agustus

Terkait dengan rencana uji klinis tahap III tersebut, menurut Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, vaksin akan disuntikkan pada 1.620 orang dengan kriteria berusia 18-59 tahun dan kriteria lainnya.

"Sample pengujian vaksin Sinovac ini sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Untuk keseluruhan, kami menerima 2.400 vaksin, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN)," kata dia melalui pesan tertulis.

Vaksin yang sudah ada di Bio Farma tersebut akan diujikan ke subjek penelitian direncanakan pada Agustus mendatang. Namun, sebelum disuntikkan ke manusia, menurut keterangan Bio Farma, pihaknya akan melakukan beberapa tahapan pengujian lagi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement