Sri Mulyani Pinjamkan Rp16,5 Triliun ke Anies dan Kang Emil, untuk Apa?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252577 sri-mulyani-pinjamkan-rp16-5-triliun-ke-anies-dan-kang-emil-untuk-apa-0HypJu5Ina.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memastikan telah memberikan pinjaman pada dua daerah yang terdampak cukup dalam, yaitu Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Dua daerah tersebut bahkan meminjam dana ke pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi.

Penyaluran pinjaman dana tersebut dilakukan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI kepada pemerintah daerah (pemda).

 Baca juga: Kecewa Stimulus Penangangan Covid-19 Baru 19%, Jokowi: Kurang Cepat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat merupakan Pemda pertama yang memanfaatkan Pinjaman PEN Daerah ini. Total pinjaman yang diusulkan kedua pemda tersebut senilai Rp 16,5 triliun. Secara rinci, DKI mengusulkan pinjaman Rp12,5 triliun dan Jawa Barat Rp 4 triliun.

"Perjanjian tersebut sebagai bentuk dukungan atas usulan kebutuhan pembiayaan penanganan Covid-19 dan pemulihan kegiatan ekonomi di DKI sebesar Rp12,5 triliun dan Jawa Barat sebesar Rp4 triliun," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (27/7/2020)

 Baca juga: 6 Fakta Ekonomi yang Isinya Minus-Minus hingga RI Terancam Resesi

Dia mengatakan, pinjaman tersebut akan diberikan kepada pemda yang perekonomiannya tertekan akibat dampak COVID-19. DKI misalnya, perekonomiannya turun 5,6% (year on yeae (yoy) di kuartal II-2020 dan pendapatan asli daerah (PAD) anjlok 54%.

Sedangkan, perekonomian Jawa Barat terkontraksi 2,7% (yoy), turun jauh lebih dalam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,39%. PAD Jawa Barat pun turun 16,7%.

Adapun, pinjaman tersebut dilakukan dengan tenor sepuluh tahun. Adapun bunga yang diberikan kepada pemda itu mendekati 0%.

" Pemerintah akan membayar selisihnya dengan cost of fund yang ditanggung PT SMI, agar pinjaman ke pemda adalah mendekati 0% tadi, kecuali biaya administrasi," jelasnya.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini