2.000 TKA China Garap Poyek Kereta Jakarta-Bandung

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252730 2-000-tka-china-garap-poyek-kereta-jakarta-bandung-gExhY9btBM.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Sindonews/Michelle)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama jajaran Kemenaker meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada hari ini. Menaker turut didampingi oleh Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra.

Menaker mengatakan bahwa proyek ini masih membutuhkan tenaga kerja asing (TKA) China. Sebanyak 2.000 TKA China dialokasikan untuk mengerjakan proyek ini bersama 10.000 tenaga kerja lokal, sehingga, terdapat 12.000 total pekerja.

"Kami masih butuh TKA China untuk keperluan transfer ilmu dan keahlian dan jangan khawatir, Kemenaker sudah menyiapkan Tim Pengendali Orang Asing (Timpora)," ujar Ida di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Baca Juga: Menko Luhut: 500 TKA Hasilkan Tenaga Kerja Ahli, Bukan Tukang Pacul 

Ida menyebutkan, angka 2.000 TKA China masih mungkin akan bertambah. Namun, sebelum pertambahan disetujui, Ida mengatakan harus diajukan Rencana Pengajuan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) terlebih dahulu.

"Yang pasti, mereka hadir sebagai media untuk transfer teknologi dan pengetahuan, karena mereka yang mengerjakan proyek ini di China dan negara lainnya, metode dan panduannya semuanya masih kebanyakan berbahasa China," ungkapnya.

Baca Juga: Dianggap Langgar Hukum, KSPI Minta TKA China di Konawe Dipulangkan 

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa keberadaan TKA China bukanlah untuk permanen. "Maksimal hanya 6 bulan saja, dan dipastikan harus ada transfer teknologi dan pengetahuan," tutur Ida.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini