Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaji Besar tapi Selalu Kurang, Kok Bisa?

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2020 |03:28 WIB
Gaji Besar tapi Selalu Kurang, Kok Bisa?
Tips Mengelola Keuangan untuk Milenial. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Gaji kecil kurang, gaji besar juga demikian. Sama-sama masih kurang bila tidak dikelola dan disesuaikan dengan kebutuhan yang benar.

Di masa-masa saat ini, financial planning sangatlah dibutuhkan. Perencana Keuangan Prita Ghozie mengatakan, setiap bulannya, pekerja selalu mendapatkan gaji, adapun yang besar maupun kecil. Namun, sebesar apapun gaji yang diterima, selalu dinilai kurang.

Hal ini menjadi bahaya jika terus seperti ini. "Hati-hati karena jika itu terjadi, bisa jadi mengalami sindroma: biaya hidup itu murah, biaya pamer itu mahal," ujarnya.

Mengatur Keuangan

Untuk itu sebaiknya lakukan perencanaan keuangan yang baik, artinya kita diharuskan memiliki rencana keuangan yang jelas untuk sekarang dan nanti.

"Bukan hanya berinvestasi lho, tetapi juga perencanaan cashflow,proteksi serta menabung untuk tujuan besar lainnya," tulis Prita. (feb)

Baca Selengkapnya: 5 Faktor Wajib Kelola Keuangan, Salah Satunya Gaji Besar tapi Selalu Kurang

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement