Amerika Resesi, Capital Outflow Bayangi Pasar Modal

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 20 2255073 amerika-resesi-capital-outflow-bayangi-pasar-modal-oh8dJTmqEu.jpg Dolar (Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Amerika Serikat mengalami resesi pada kuartal II-2020. Hal ini pasalnya akan berdampak ke seluruh negara, begitu juga Indonesia.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai, resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) bisa mengubah kepercayaan investor untuk berinvestasi di setiap negara, termasuk Indonesia. Apalagi, pada aset berisiko tinggi.

 Baca juga: Resesi! Ekonomi AS Anjlok 32% Terburuk Sepanjang Sejarah

"Efek resesi AS juga akan memberikan dampak pada kepercayaan investor dalam berinvestasi di aset yang berisiko tinggi seperti saham. Perubahan prilaku investor semakin mengincar safe haven seperti emas dan government bond," ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Dia melanjutkan dengan investor yang enggak berinvestasi akan membuat aliran modal asing bakal banyak keluar (capital outflow) pada pasar modal.

 Baca juga: AS Resesi dengan Pertumbuhan Minus 32%, Harga Minyak Anjlok

"Artinya capital outflow dari pasar modal kemungkinan besar terjadi. Dalam sepekan terakhir nett sells atau penjualan bersih saham di Indonesia naik Rp1,86 triliun. Aksi jual terus berlanjut," katanya.

Dia menambahkan efek lain adalah turunnya kinerja ekspor ke AS sebagai mitra dagang utama. Resesi di AS membuat daya beli konsumen menurun, dan otomatis permintaan ekspor seperti tekstil, pakaian jadi, olahan kayu dan alas kaki merosot khususnya pada semester II- 2020.

"Imbasnya cukup dirasakan ke ekonomi nasional di mana tiap 1% pertumbuhan ekonomi AS terkoreksi akan berpengaruh terhadap 0,02-0,05% pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini