Penumpukan KRL Cs Dipicu Kantor Tak Disiplin WFH

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 320 2256205 penumpukan-krl-cs-dipicu-kantor-tak-disiplin-wfh-OKmp8xms4w.jpg KRL (Okezone)

JAKARTA - Kepadatan penumpang di transportasi umum pada jam-jam sibuk seperti pukul 05:00-08:00 WIB dan 16:00 - 20:00 WIB selalu terlihat di beberapa halte dan stasiun. Hal itu disebabkan karena perkantoran yang berlokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya enggan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Saya lihat dari hulunya, mungkin kantor-kantor swasta atau industri sebisa mungkin mereka bisa lakukan WFH, ya WFH," kata Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia Harya S. Dillon dalam acara Market Review di IDX Channel, Senin (3/8/2020).

 Baca juga: Dilema Ganjil-Genap, Pengguna Transportasi Umum Naik di Tengah Covid-19

Menurut dia, terjadinya klaster baru corona di wilayah perkantoran harus menjadi evaluasi bersama. Terutama dari seluruh pemangku kepentingan.

"Testing yang dilakukan Pemprov DKI, ada klaster-klaster di kementerian. Itu yang menjadi evaluasi bersama," ujarnya.

 Baca juga: Antisipasi Kepadatan Saat Ganjil-Genap, Transjakarta Tambah 155 Bus

Dia menyebut, transportasi umum tak menunjukkan sebagai tempat penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 hingga menciptakan sebuah klaster. Pasalnya, hingga kini belum ada data yang menunjukkan kalau petugas-petugas yang bekerja di KRL, Transjakarta dan MRT mengidap Covid-19.

"Kalau terjadi klaster-klaster di angkutan umum, harusnya yang kita lihat adalah petugas transportasi umum. Petugas Transjakarta dan KRL. Itu pengukurannya dari situ. Lakukan massif testing di petugas angkutan umum, supaya kita tahu persis risiko penularannya," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini