Kasus Positif Covid-19 Semakin Banyak, Ekonomi Makin Nyungsep

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 20 2256689 kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep-qd9Sq26Xuz.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan bahwa skenario pemulihan ekonomi masih akan berlanjut di tahun 2021. Pasalnya, dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan.

“Di tahun 2021 kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Jokowi: Aturan Kita Ruwet, Padahal Tinggal Telepon 

Dia menjelaskan tentang siklus terbalik antara pandemi dan mata pencaharian. Jika penyebaran masih tinggi maka ekonomi akan semakin dalam.

“Jika pada saat masalah kesehatan ini tertangani maka ekonomi akan kembali. Maka masyarakat diharapkan mampu melakukan penyesuaian perilaku terhadap Covid-19,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menuturkan bahwa pihaknya akan mendorong kebijakan kesehatan dengan prioritas tinggi di tahun 2020 dan 2021. “Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal,” imbuhnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Perizinan untuk Investasi Masih Ruwet 

Dia menjelaskan program yang dilakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian kehidupan. Menurutnya hal ini adalah tugas dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Menjaga kehidupan dilakukan dengan mengatasi/menekan virus, memperluas testing, karantina dan kapasitas perawatan, mencari obat/riset, meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, serta produksi dan distribusi vaksin," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini