Ekonomi Indonesia Minus 5,32%, Menko Airlangga: Tidak Sedalam Negara Lain

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 20 2257349 ekonomi-indonesia-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-sedalam-negara-lain-7fvm6kSPhg.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 mencapai minus 5,32% (year on year yoy). Sebelumnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 2,97% pada kuartal I-2020.

Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Pengusaha Singgung Stimulus Jokowi 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ailrangga Hartarto, pertumbuhan negatif ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19. Di mana pada seluruh negara dunia juga mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, bahkan lebih dalam daripada yang terjadi di Indonesia.

"Jadi, Indonesia masih relatif tidak sedalam negara yang lain. Akan tetapi kita berharap ada efek perbaikan daripada perekonomian global melalui baik itu China maupun negara lain yang recover terlebih dahulu," ujar dia dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Kuartal II-2020 Minus 8,2%, Anies: Ekonomi Jakarta Akan Rebound Paling Cepat 

Dia juga menjelaskan, apabila dibandingkan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, pertumbuhan ekonominya terkontraksi jauh lebih dalam yakni mencapai minus 9,5%. Lalu Jerman, Uni Eropa dan Prancis masing-masing mengalami kontraksi sebesar minus 11,7%, minus 15,0%, dan minus 19,0% pada kuartal II-2020.

"Apabila kita bandingkan negara lain misalnya Indonesia di kuartal I-2020 masih positif 2,97% dan di kuartal II-2020 minus 5,32% dan AS sendiri minus 9,5%," jelas dia.

Kemudian, lanjut dia, pertaruhannya bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana di kuartal III-2020 ke depan terjadi recovery atau membalikkan keadaan. "Hal itu mengingat berdasarkan survei bulan April-Juni adalah puncak dari pada pandemi Covid-19," tandas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini