Jakarta Masuk 10 Besar Kota Termacet di Asia, Menhub: Rugi Rp65 Triliun

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 470 2257389 jakarta-masuk-10-besar-kota-termacet-di-asia-menhub-rugi-rp65-triliun-4UVpQJ5bJa.jpg Macet (Foto: Okezone)

JAKARTA - DKI Jakarta tercatat sebagai salah satu dari 10 kota termacet di Asia Tenggara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kemacetan lalu lintas diidentifikasi disebut sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi.

"Kerugian akibat kemacetan tercatat mencapai Rp65 triliun per tahun di tahun 2019. Maka dari itu, perlu didorong penggunaan kendaraan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi," ungkap Budi di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Lebih Macet Mana, Bandung atau Jakarta? 

Budi mengatakan, shifting dari kendaraan pribadi ke umum adalah keniscayaan. Berkaitan dengan kenyamanan dan kemudahan pelayanan dalam menggunakan angkutan umum, diperlukan pengelolaan terhadap shifting perpindahan moda transit yang juga merupakan bagian dari integrasi antar moda.

"Untuk mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum, perlu integrasi antar moda. Sehingga, diharapkan pengguna angkutan umum tidak perlu berjalan kaki dari satu moda ke moda lain," lanjutnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Beres, Berikut Faktor-Faktor Penyebab Utama Kemacetan di Ibu Kota 

Dengan integrasi moda, sambung Budi, pengguna angkutan umum akan mendapatkan kepastian jadwal, dan juga tidak perlu menunggu lama untuk menggunakan satu moda ke moda lain, dan tidak perlu membayar berkali-kali untuk moda berbeda.

"Ini dapat terwujud dengan pengembangan fasilitas integrasi memadai, sinkronisasi sistem antar moda, pengelolaan data real time, dan teknologi tepat guna, serta keterlibatan penuh dari para stakeholders," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini